BATU - Musim hujan tak selalu dianggap berkah.
Namun, juga bisa menjadi petaka.
Terutama untuk pedagang pasar pagi di Pasar Induk Among Tani Batu.
Pasalnya, area belakang pasar yang mereka gunakan untuk jualan tidak dilengkapi payungan.
Sehingga, jika hujan turun tentu saja barang dagangannya akan jadi taruhan.
Belum lagi hujan akan membuat pasar pagi sepi. Sebab, pembeli tak mungkin belanja dengan kondisi hujan-hujanan.
Itulah yang membuat sejumlah pedagang resah.
Mereka ingin Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memberikan perhatian.
Terutama untuk memberikan sarpras berupa payungan.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Pagi Rubianto mengaku hujan di pagi hari mulai sering terjadi. Itu membuat kunjungan ke pasar pagi turun drastis.
Bahkan mencapai 50 persen.
Dia menyebut itu tak lepas dari dampak musim penghujan.
“Orang jadi malas aktivitas di luar rumah. Apalagi kalau harus belanja di area terbuka seperti ini,” ungkapnya.
Rubianto mengatakan beberapa pedagang sudah melengkapi lapak mereka dengan payungan.
Namun, kondisinya pun sangat terbatas.
Payungan yang digunakan hanya cukup memayungi dagangannya saja.
Untuk itu, pihaknya Pemkot Batu punya solusi untuk masalah tersebut.
Misalnya, dengan memberikan payungan yang lebih representatif.
“Kami berharap ada fasilitas tenda bongkar pasang dari pemerintah. Agar pengunjung pasar pagi bisa tetap berbelanja meski dalam kondisi hujan,” jelasnya.
Rubianto membandingkan kondisi pasar pagi saat ini dengan kondisi pasar pagi sebelumnya yang masih berada di Stadion Gelora Brantas.
Ia menyampaikan bangunan semi permanen di sana cukup menguntungkan pedagang.
Sebab, tenda yang dibangun tidak hanya untuk melindungi barang dagangan saja.
Melainkan juga melindungi pembeli.
Ada sisa atap tenda yang menjorok keluar untuk berteduh.
Sehingga, pembeli bisa belanja dengan nyaman meski kondisi hujan. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana