Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Petani Anggrek Kota Batu Minta Regulasi Ekspor Dipermudah, Potensi Pasar Internasional Perlu Digarap

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 20 November 2024 | 23:27 WIB
POTENSIAL: Salah seorang petani di Desa Dadaprejo,Kecamatan Junrejo Kota Batu sedang melakukan perawatan terhadap bibit-bibit anggrek
POTENSIAL: Salah seorang petani di Desa Dadaprejo,Kecamatan Junrejo Kota Batu sedang melakukan perawatan terhadap bibit-bibit anggrek

BATU - Petani anggrek di Kota Batu tengah gelisah.

Pasalnya, mereka masih belum bisa leluasa melakukan ekspor.

Itu lantaran regulasi persyaratan ekspor anggrek cukup ketat.

Potensi pasar angrek di mancanegara cukup luas.

Itu terbukti dari banyaknya permintaan anggrek di beberapa negara.

Seperti Taiwan, Thailand, hingga Jamaika.

Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Malang Raya Dedek Setia Santoso membenarkan hal itu.

Dirinya bahkan menunjukkan sejumlah permintaan anggrek dikirimkan melalui akun media sosial facebook miliknya.

Deretan pesan berbahasa Inggris itu menunjukkan ketertarikan masyarakat internasional terhadap anggrek dari Kota Batu.

Dedek mengaku sering mengabaikan pesan-pesan tersebut.

Pasalnya, dia tak ingin memberikan harapan palsu kepada pemesan.

Sebab, dirinya masih belum bisa memastikan bisa melakukan ekspor atau tidak.

“Kami sudah mengurus perizinannya sejak dua tahun lalu. Namun, masih belum turun hingga sekarang,” ungkapnya.

Untuk itu, Dedek berharap pemerintah bisa mempermudah regulasi tersebut.

Sehingga, pangsa pasar anggrek dari Kota Batu bisa semakin luas.

Apalagi Kota Batu menjadi salah satu daerah penghasil anggrek terbesar di Indonesia.

Ribuan bibit anggrek bisa dihasilkan tiap minggunya hanya satu breeder atau pembibit saja.

Tak hanya permintaan melalui media sosial saja.

Kebun anggrek milik petani juga kerap dikunjungi wisatawan mancanegara.

Baik untuk pembelian maupun penelitian. Tentu saja hal itu menunjukkan potensi anggrek lokal di mata dunia.

“Kalau diekspor kan bisa mengenalkan anggrek Indonesia ke dunia. Selain itu, juga bisa menyumbang devisa negara,” imbuhnya.

Dedek menambahkan tren pertumbuhan anggrek di Kota Batu terus meningkat.

Baik dari jumlah petani maupun breeder.

Dia menyebut jumlah petani anggrek saat ini ada sekitar 200 orang.

Baca Juga: Indah! Rekomendasi Wisata Beli Bunga di Malang dan Batu

Sementara, jumlah breeder ada sekitar sembilan orang.

“Perkembangan anggrek mulai signifikan terjadi sejak Pandemi Covid-19 pada 2020 lalu,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Diskumperindag Kota Batu Nurbianto Puji membenarkan hal itu.

Dia menyampaikan bila anggrek F1 alias anggrek hasil persilangan antar kultivar, populasi, atau antar galur dalam satu spesies.

“Kalau suatu saat ada perubahan regulasi, ekspor anggrek F1 dapat dilakukan,” pungkasnya. (iza/dre)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#ekspor #regulasi #Petani Anggrek #kota batu