PONCOKUSUMO - Jumlah produksi jeruk dari wilayah Kabupaten Malang menunjukkan tren semakin meningkat.
Wilayah Kecamatan Poncokusumo menjadi penyumbang terbesar selain dari Dau dan Karangploso.
Selain untuk memenuhi pasar lokal dan regional, jeruk Poncokusumo juga dipasarkan hingga luar pulau.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, jumlah produksi jeruk tahun 2021 sekitar 2,04 juta kuintal.
Kemudian jumlahnya meningkat menjadi sekitar 3,28 juta kuintal pada 2022.
Di antara jumlah tersebut, Kecamatan Poncokusumo menjadi penyumbang terbesar.
Yakni dengan jumlah produksi sekitar 1,16 juta kuintal pada 2021.
Jumlah tersebut meningkat menjadi 2,11 juta kuintal pada 2022.
Camat Poncokusumo Didik Agus Mulyono mengatakan, jeruk menjadi salah satu produksi perkebunan yang diunggulkan.
“Terutama dari varietas jeruk keprok siam pontianak dan keprok siam madu,” ujarnya.
Namun, dia tidak bisa merinci persentase produksinya.
Untuk mempertahankan maupun meningkatkan jumlah produksi jeruk, pihaknya selalu berupaya memperluas area untuk penanaman serta intensifikasi produk yang sudah ada.
Sehingga, kualitas dan kuantitas bisa tetap ditingkatkan.
Pemasaran jeruknya pun sudah tersebar ke luar daerah.
“Jeruk tidak hanya dipasarkan di lingkup lokal, tapi sudah ke Jakarta, Kalimantan, bahkan Sumatera,” kata dia.
Sedangkan, harganya tetap mengikuti fluktuasi pasar.
Untuk akhir-akhir ini, harga jeruk siam berkisar antara Rp 13-15 ribu per kilogram.
Meningkatnya jumlah produksi juga dirasakan petani di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo.
“Dari lahan 1.000 meter persegi, dengan 85 pohon jeruk bisa menghasilkan 1 ton 8 kuintal,” ujar salah seorang pekerja kebun jeruk Sugianto, 52.
Meskipun capaian tersebut belum sesuai dengan standar yang seharusnya.
Karena dengan luasan lahan tersebut, seharusnya mampu menampung 90 pohon dan dapat menghasilkan sekitar 3 ton jeruk. (yun/nay)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana