BATU, RADAR BATU – Seluruh kepala desa di Kota Batu diminta mengintensifkan kerja bakti bersama warga untuk membersihkan lingkungan selama musim hujan.
Instruksi tersebut akan dituangkan dalam surat edaran (SE) Sekretaris Daerah (Sekda) atas arahan Wali Kota Batu Nurochman. Langkah ini disiapkan untuk mengantisipasi luapan air akibat saluran drainase yang tidak mampu menampung debit hujan.
Baca Juga: 3 Wisata di Batu dengan Suasana Sejuk untuk Isi Weekend
Nurochman mengatakan, kegiatan bersih-bersih lingkungan sebenarnya telah rutin dilakukan sebelum musim hujan. Pemkot juga menjalankan mitigasi melalui kegiatan susur sungai. Namun, hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat tetap berpotensi meningkatkan debit air secara drastis.
“Kepala desa kami minta bersama warga untuk antisipasi di musim hujan ini, untuk semuanya bersih-bersih kerja bakti di masing-masing desanya,” tegasnya.
Baca Juga: Cari Oleh-Oleh dari Batu? 3 Kuliner Lokal yang Bisa Dibawa Pulang
Menurut dia, sejumlah saluran drainase di kawasan permukiman dan jalur padat aktivitas tidak mampu menampung aliran air ketika hujan deras mengguyur.
“Kondisi curah hujan tinggi yang kemudian drainase kampung itu tidak menampung, akhirnya meluber dan kondisinya besar,” ujarnya.
Baca Juga: Nongkrong Ditemani Ratusan Boneka Vintage, Kafe Golekan Malang Bikin Penasaran
Gerakan kerja bakti tersebut menjadi salah satu langkah mitigasi nonstruktural yang disiapkan Pemkot. Pembersihan saluran air di lingkungan warga diharapkan dapat mengurangi sumbatan sampah dan memperlancar aliran air ketika hujan turun.
Perhatian terhadap mitigasi meningkat setelah bencana hidrometeorologi dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada sejumlah wilayah.
Baca Juga: Jatim Park Hadirkan Pusat Layanan Wisata Terpadu
Jika sebelumnya Kecamatan Bumiaji kerap menjadi fokus penanganan, luapan air kali ini juga menerjang titik-titik di Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Batu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Suwoko mengatakan, mitigasi tidak hanya dilakukan melalui pembersihan lingkungan. Pihaknya juga memperkuat upaya struktural dan pemulihan kawasan hulu.
Baca Juga: Peta Kawasan Hutan Tulungrejo-Sumberbrantas Kota Batu Resmi Diserahkan
Salah satunya melalui survei kawasan Gunung Pucung, tepatnya Pusung Lading, Desa Bulukerto. Survei tersebut dilakukan untuk mempersiapkan kegiatan reboisasi melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (PTJSL).
Di sisi lain, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk memperbaiki plengsengan yang ambrol akibat banjir dan longsor.
Baca Juga: Peta Kawasan Hutan Tulungrejo-Sumberbrantas Kota Batu Resmi Diserahkan
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga akan memeriksa bangunan pengendali sedimen dan pintu air di kawasan hulu.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa mitigasi banjir membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah menyiapkan pembenahan infrastruktur, sedangkan warga didorong menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing.
Kerja bakti diharapkan tidak berhenti sebagai respons setelah bencana terjadi. Konsistensi pembersihan saluran dan pengawasan lingkungan selama musim hujan menjadi kunci untuk mengurangi risiko luapan air berikutnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan