Serapan Belanja Kota Batu Naik, Nominalnya Turun

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:00 WIB
Grafis Belanja Daerah Kota Batu 2026
Grafis Belanja Daerah Kota Batu 2026

BATU, RADAR BATU – Persentase realisasi belanja Pemerintah Kota (Pemkot) Batu hingga akhir Agustus 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, nilai nominal belanja yang terealisasi justru turun Rp 47,01 miliar.

Hingga 31 Agustus 2026, realisasi belanja mencapai Rp 515,11 miliar atau 49,04 persen dari pagu Rp 1,05 triliun. Pada periode yang sama 2025, belanja terealisasi Rp 562,12 miliar atau 45,12 persen dari pagu sekitar Rp 1,24 triliun.

Baca Juga: Gubug Asape Batu, Tempat Makan Asapan dan Bakaran dengan Suasana Gubuk Tradisional

Dengan demikian, persentase serapan tahun ini meningkat 3,92 poin persentase. Sebaliknya, nominal belanja yang terealisasi lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Perbedaan tersebut terjadi di tengah perubahan pagu belanja daerah dari sekitar Rp 1,24 triliun pada 2025 menjadi Rp 1,05 triliun pada 2026. Karena itu, kenaikan persentase serapan tidak serta-merta menunjukkan bahwa nilai belanja yang telah dikeluarkan lebih besar.

Baca Juga: Fasilitas Cadillac F1 Diklaim Melebihi Mercedez, Begini Ujar Valtterri Botaz

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu Arie Chrisdianto mengatakan, sebagian belanja rutin dijadwalkan terealisasi pada triwulan keempat.

Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan persediaan barang habis pakai di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Baca Juga: Kapolres Baru Diminta Jaga Sinergi Pengamanan Kota

Penyerapan juga dipengaruhi progres proyek fisik. Sejumlah pekerjaan infrastruktur masih berada pada tahap pengadaan barang dan jasa maupun pengerjaan awal.

Arie memperkirakan sejumlah pekerjaan akan selesai sekitar November hingga Desember. Penyelesaian proyek tersebut diharapkan mendorong peningkatan realisasi belanja hingga akhir tahun.

Baca Juga: Aktor Yadi Timo Tutup Usia, Masih Bernyanyi dan Bercanda Sehari Sebelum Wafat

Di sisi lain, realisasi pendapatan daerah hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp 577,60 miliar atau 61,01 persen dari target Rp 946,60 miliar. Penerimaan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 200,43 miliar dan pendapatan transfer Rp 377,17 miliar.

Sementara itu, realisasi pembiayaan daerah tercatat Rp 126,22 miliar atau 121,65 persen dari target Rp 103,75 miliar.

Baca Juga: Bukan Piknik, Ini Perubahan Besar Film Sense and Sensibility 2026 Menurut Daisy Edgar-Jones dan Fran

Perbedaan capaian belanja, pendapatan, dan pembiayaan tersebut memberikan gambaran mengenai posisi pelaksanaan anggaran daerah hingga Agustus.

Namun, penilaian terhadap kualitas belanja tetap memerlukan data tentang program yang telah terlaksana, manfaatnya bagi masyarakat, serta kesesuaian realisasi dengan jadwal anggaran. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
belanja daerah kota batu BKAD pemkot batu