BATU, RADAR BATU - Jalur pendakian Gunung Panderman dan Gunung Bokong melalui Kota Batu kembali dibuka hari ini (16/10) mulai pukul 00.00. Pembukaan dilakukan bertahap setelah penanganan pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sementara itu, jalur pendakian Gunung Butak masih dievaluasi.
Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Pesanggrahan Ahmad Syaifudin mengatakan, pembukaan dua jalur tersebut semula direncanakan pekan lalu. Namun, rencana itu tertunda. Sebab, karhutla kembali terjadi di sekitar Coban Manten, lereng Gunung Panderman.
Baca Juga: Penderita Diabetes di Kota Batu Naik 48,63 Persen
“Untuk pendakian ke Gunung Butak masih dilakukan evaluasi,” ujar Udin. Menurut dia, pembukaan jalur Panderman dan Bokong masih mempertimbangkan kondisi lapangan. Selain itu, juga melihat kesiapan kawasan untuk menerima pendaki. Evaluasi diperlukan untuk memastikan keselamatan pengunjung dan meminimalkan risiko kebakaran berulang.
Sebelumnya, pengelola mulai menyiapkan pemulihan kawasan terdampak. Langkah awal berupa pemantauan kondisi lapangan dan pembersihan pohon-pohon terbakar yang berpotensi membahayakan pendaki. Pembenahan jalur juga direncanakan, termasuk pelebaran hingga sekitar 1,5 meter.
Baca Juga: Empat Musim Pertiwi Wakili Indonesia ke Oscar 2027, Kisah Pulang yang Tak Mudah
Jalur yang lebih lebar diharapkan mendukung mitigasi kebakaran Terutama untuk menyediakan sekat bakar (firebreak). Tujuannya agar api tidak mudah merambat. Selain itu, pengelola merencanakan reboisasi setelah kondisi cuaca mendukung.
Masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan juga diajak berpartisipasi melalui dukungan bibit tanaman keras dan tanaman buah. Untuk sementara, pembenahan jalur melibatkan pengelola pos pendakian Gunung Butak. Pekerjaan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan keamanan jalur sebelum pendakian kembali dibuka.
Editor : Fajar Andre Setiawan