BATU, RADAR BATU - Stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kota Batu kerap kosong. Hal ini dipicu pemangkasan kuota pasokan yang membuat pengiriman tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan harian. Kuota Pertalite yang sebelumnya mencapai 32.000 liter per pengiriman kini turun menjadi sekitar 16.000 liter.
Kekosongan stok salah satunya terjadi di SPBU 54.653.34, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu kemarin (13/10). Tangki penyimpanan Pertalite habis. Kondisi itu membuat petugas terpaksa harus memberi isyarat kepada pengendara dari kejauhan. Hal itu dilakukan agar pengendara tidak telanjur masuk untuk mengisi bahan bakar.
Baca Juga: Sudah Diumumkan, Intip Daftar Nominasi Pemeran Utama dan Pendukung Pria Terbaik FFI 2026
Pegawai SPBU setempat, Muhammad Rafi mengatakan stok Pertalite habis sejak Senin lalu (12/10) sekitar pukul 11.00. Pasokan yang dipesan pada hari itu baru tiba dari Surabaya kemarin sekitar pukul 15.00. “Pertalite sudah dipesan kemarin (12/10), tapi baru datang dari Surabaya hari ini (kemarin) sekitar pukul 15.00,” bebernya.
Kondisi serupa terjadi pada Biosolar yang dipesan Minggu lalu (11/10) dan baru tiba keesokan harinya. Manajemen SPBU yang enggan disebutkan namanya membenarkan pemangkasan kuota menjadi salah satu penyebab tersendatnya pasokan. Mereka menyebut kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kota Batu, tetapi juga di wilayah Jawa dan Bali.
Baca Juga: Martha Tilaar Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun, Sosok di Balik Kosmetik Sariayu
Jika sebelumnya pasokan Pertalite bisa mencapai 32.000 liter setiap pengiriman, kini jumlahnya menyusut menjadi sekitar 16.000 liter. Sementara itu, pasokan Biosolar yang diterima mencapai 8.000 liter per pengiriman. Pemangkasan kuota mulai dirasakan sejak awal September.
Menurut manajemen SPBU, kondisi tersebut merupakan siklus tahunan ketika kuota BBM bersubsidi cenderung menipis menjelang akhir tahun. Sebaliknya, pasokan BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo disebut masih aman. Sebab, tidak dibatasi dengan skema kuota yang sama.
Manajemen memperkirakan pasokan BBM bersubsidi akan kembali dinormalkan secara bertahap pada November mendatang. Hingga saat itu, jeda pengiriman dan keterbatasan kuota berpotensi membuat warga harus mencari SPBU lain ketika stok Pertalite atau Biosolar kosong.
Editor : Fajar Andre Setiawan