BATU, RADAR BATU - Empat kawasan di Kota Batu masih mengalami kendala sinyal seluler. Wilayah tersebut meliputi Cangar di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji; Jalur Klemuk di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu; kawasan sekitar Coban Rais di Desa Oro-Oro Ombo; serta Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu memastikan tidak ada lagi wilayah yang masuk kategori blank spot atau sama sekali tidak terjangkau jaringan internet. Kendala yang tersisa berupa lemahnya sinyal di titik-titik tertentu, terutama akibat kondisi geografis.
Baca Juga: UMKM Kota Batu Ekspor 6 Ton Keripik ke Singapura, Nilainya Capai Rp 370 Juta
Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Persandian Diskominfo Kota Batu Tutri Laksono Adi mengatakan, hambatan geografis membuat kualitas jaringan tidak selalu merata, bahkan di dalam satu desa.
“Di Sumberbrantas, misalnya, di permukiman sudah ada sinyal. Namun, ketika masuk ke area tertentu yang terhalang gunung, sinyalnya bisa hilang,” kata Tutri, Senin (12/10).
Baca Juga: Cinépolis Gelar Maraton 3 Film Dalam Rangka Pembukaan Sala de Arte
Kondisi tersebut juga dirasakan di jalan menuju kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Sinyal masih tersedia ketika pengendara memasuki gapura, tetapi melemah atau hilang setelah menempuh perjalanan beberapa kilometer.
Untuk memenuhi kebutuhan konektivitas di permukiman, jaringan internet berbasis kabel serat optik telah menjangkau Sumberbrantas dan Klemuk.
Baca Juga: Festival Film Indonesia 2026 Buka Pengambilan Suara untuk Kategori Pilihan Penonton
Jaringan tersebut juga tersedia di sekolah-sekolah setempat sehingga akses internet tidak sepenuhnya bergantung pada sinyal seluler.
Meski demikian, kualitas koneksi tetap dipengaruhi jangkauan operator dan hambatan lingkungan. Tutri menyebut kondisi cuaca juga dapat memengaruhi penerimaan sinyal.
Baca Juga: Mikutopia Gratiskan Tiket Masuk 3 Hari, Ramaikan HUT Ke-25 Kota Batu
“Kadang sinyalnya kuat saat cuaca bagus, tetapi bisa melemah saat angin atau hujan deras,” imbuhnya.
Pemkot Batu tidak dapat secara langsung menambah atau memperkuat pancaran sinyal seluler. Infrastruktur menara pemancar atau base transceiver station (BTS) dimiliki dan dikelola operator telekomunikasi.
Baca Juga: Anggota Blink Unggah Foto Reuni, Persiapan untuk Tampil di Synchronize Fest 2026
Karena itu, penanganan kawasan yang terhalang gunung membutuhkan solusi infrastruktur sesuai kondisi lapangan. Penggunaan perangkat penguat sinyal belum tentu efektif karena hasilnya bergantung pada lingkungan dan jangkauan jaringan.
Di kawasan Cangar, wisatawan dapat memanfaatkan layanan Wi-Fi berbayar yang tersedia di sejumlah warung tepi jalan apabila jaringan tersebut tersedia.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Kota Batu 13 Oktober: Suhu Puncak 26 Derajat, Angin Kencang 27,8 Km/Jam Siang Hari
Wisatawan asal Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Umul Badriyah, mengaku pernah berhenti di warung untuk mengirim pesan ketika sinyal ponselnya bermasalah.
“Karena ini tadi mau mengirim pesan, saya berhenti sebentar di warung ini,” ujarnya. Keberadaan layanan tersebut membantu wisatawan berkomunikasi dengan keluarga sekaligus beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Namun, lemahnya sinyal seluler di sejumlah titik masih menjadi tantangan bagi warga dan pengunjung yang membutuhkan koneksi internet di luar permukiman.
Editor : Fajar Andre Setiawan