BATU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu melakukan susur dan pembersihan sungai di sejumlah lokasi sejak akhir Mei hingga Agustus 2026.
Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mengurangi potensi banjir ketika curah hujan meningkat.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Selatan Jawa hingga Sumatra
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu Gatot Noegroho mengatakan, pembersihan menyasar sejumlah titik, di antaranya Coban Peteng, Pusung Lating, dan Sumber Darmis.
Petugas mengangkat pohon tumbang serta material yang berpotensi menghambat aliran sungai. Material yang menumpuk dapat mengganggu aliran air dan berisiko membentuk bendungan alami.
Baca Juga: Ada Banyak Tipe dengan Keunggulan yang Berbeda, Intip Jenis Studio di Bioskop CGV
Kondisi tersebut perlu diantisipasi, terutama menjelang musim hujan. Ketika debit air meningkat, hambatan pada aliran sungai berpotensi memperbesar risiko luapan air di sekitar lokasi terdampak.
Pembersihan sungai menjadi salah satu bentuk mitigasi fisik yang dilakukan BPBD. Namun, upaya pengurangan risiko bencana juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas masyarakat agar warga mampu mengenali ancaman dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Baca Juga: Damai Lewat Mediasi, Pria Diduga Bawa Golok di GKPI Rajeg Tetap Jadi Tersangka
Sepanjang 2026, BPBD menggelar kegiatan peningkatan kapasitas melalui Disaster Forum Akademi (DIFA) yang melibatkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) desa dan kelurahan.
Edukasi juga diberikan kepada komunitas Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta forum anak melalui program Bastana (Batu Sae Tanggap Bencana).
Baca Juga: Tumpahan Solar Bikin Pengendara Motor Terjatuh di Jalan Bromo
Di sektor pendidikan, perwakilan guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Bumiaji dan Batu mendapat pelatihan satuan pendidikan aman bencana.
Perwakilan Palang Merah Remaja (PMR) dari sejumlah sekolah juga dibekali pengetahuan pertolongan pertama dan evakuasi korban.
Baca Juga: Okupansi Hotel Batu Terancam Jeblok Bulan Ini
Gatot menjelaskan, materi pelatihan disesuaikan dengan karakteristik peserta. Guru, misalnya, diarahkan memahami kesiapan sekolah dalam menghadapi bencana, termasuk kecukupan peralatan pendukung.
Di sisi lain, BPBD menyiagakan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) selama 24 jam. Kesiapan tersebut ditujukan untuk mendukung respons terhadap potensi tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem.
Baca Juga: Polri Gerebek 9 Sarang Narkoba di Sumut, 36 Orang Diamankan
BPBD juga menyiapkan peralatan standar untuk penanganan awal. Jika situasi membutuhkan alat berat, koordinasi dengan instansi terkait telah dilakukan.
Langkah pembersihan sungai dan edukasi kebencanaan tersebut menjadi bagian dari persiapan Kota Batu menghadapi peningkatan risiko bencana selama musim hujan.
Editor : Fajar Andre Setiawan