Jalur Pendakian Gunung Butak Kota Batu Segera Dipulihkan

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:00 WIB
PEMULIHAN JALUR: Pos pendaftaran Gunung Butak, Panderman, dan Bokong rutin dijaga petugas mesti aktivitas pendakian ditutup. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
PEMULIHAN JALUR: Pos pendaftaran Gunung Butak, Panderman, dan Bokong rutin dijaga petugas mesti aktivitas pendakian ditutup. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Pengelola jalur pendakian Gunung Butak mulai menyiapkan pemulihan kawasan pekan ini. Hal itu dilakukan setelah gunung itu terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mitigasi akan dilakukan dengan membersihkan pohon-pohon terbakar. Pasalnya, itu yang dinilai paling membahayakan.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Pesanggrahan Ahmad Syaifudin mengatakan, jalur pendakian juga akan dibenahi. Lebarnya direncanakan akan dibuat sekitar 1,5 meter untuk mendukung upaya mitigasi kebakaran. Menurut dia, pelebaran jalur diperlukan untuk menyediakan ruang apabila nantinya perlu dibuat sekat api.

Baca Juga: Pemkot Batu Legalisasi Aset Senilai Rp 15,6 Miliar

Langkah tersebut diharapkan dapat mempermudah penanganan jika kebakaran kembali terjadi. Jalur yang sebelumnya banyak digunakan pesepeda juga akan diperbaiki. Sementara, kawasan yang terdampak kebakaran direncanakan direboisasi setelah kondisi cuaca memungkinkan.

“Ketika musim penghujan, kami dengan beberapa pihak akan melakukan reboisasi total di kawasan yang baru terbakar dan di jalur pendakian,” katanya. Reboisasi akan melibatkan berbagai pihak. Masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan juga diajak berpartisipasi. Terutama melalui dukungan bibit tanaman keras maupun tanaman buah.

Baca Juga: Kasus Kecelakaan Kerja di Kota Batu Turun 77 Persen

Untuk pembenahan jalur, sementara ini keterlibatan difokuskan pada pengelola pos pendakian Gunung Butak. Pengelola di masing-masing pos akan membantu mengembalikan kondisi jalur agar aman digunakan kembali.

Namun, pembukaan jalur pendakian belum dapat dilakukan sepenuhnya. Kondisi kawasan hutan masih perlu dievaluasi. Pengelola juga masih menunggu surat dari Perum Perhutani terkait status kawasan.

Sementara itu, jalur pendakian Gunung Panderman dan Bokong berpeluang dibuka lebih cepat apabila status penutupan telah dicabut dan kondisi jalur dinyatakan aman. Kepastian pembukaan tetap menunggu keputusan resmi Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
pascabencana hujan gunung butak