BATU, RADAR BATU – Empat desa di Kota Batu perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman tanah longsor menjelang musim hujan. Desa Sumberbrantas, Tulungrejo, Gunungsari, dan Bulukerto menjadi wilayah yang disorot Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) karena kondisi lereng dan kerapatan vegetasinya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu Gatot Noegroho menjelaskan, kerawanan longsor dipengaruhi tiga indikator utama. Yakni kemiringan lereng, kondisi tanah, dan kerapatan vegetasi.
Baca Juga: Kasus Kecelakaan Kerja di Kota Batu Turun 77 Persen
Lereng curam dengan tanah yang mudah gembur saat terkena air serta minim tanaman pengikat memiliki risiko lebih tinggi. Karena itu, penguatan vegetasi menjadi salah satu langkah mitigasi yang perlu diperhatikan.
“Memang empat wilayah tersebut lerengnya juga cukup parah, sedangkan kerapatan vegetasinya kurang. Harusnya penanaman vegetasinya lebih diperkuat lagi,” katanya.
Baca Juga: Perpres Ojol 2026, DPR Ingatkan Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab
Ancaman longsor meningkat ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam durasi panjang. Kondisi tersebut dapat membuat tanah semakin jenuh air dan memperbesar risiko pergerakan tanah di kawasan lereng.
Data BPBD Kota Batu mencatat 49 kejadian tanah longsor hingga awal Oktober 2026. Jumlah itu menjadi yang tertinggi dibandingkan jenis bencana hidrometeorologi lainnya pada periode yang sama.
Baca Juga: Hasil Arema FC vs Bhayangkara: Sempat Tertinggal 0-2, Singo Edan Bangkit dan Imbang 2-2
Selain longsor, banjir juga menjadi ancaman yang perlu diwaspadai. Hujan deras berpotensi memicu limpasan air dari wilayah yang lebih tinggi menuju kawasan di bawahnya.
Sejumlah kawasan di Kecamatan Bumiaji berisiko menerima aliran air bercampur lumpur dari bagian atas. Sementara di Gunungsari, potensi banjir juga perlu diperhatikan karena keberadaan aliran Sungai Brantas.
Baca Juga: DPRD Kota Batu Usulkan Perda Perlindungan Lingkungan
Secara keseluruhan, BPBD mencatat 106 kejadian bencana hidrometeorologi hingga awal Oktober. Selain 49 longsor, terdapat 41 kejadian cuaca ekstrem dan 16 banjir. Sedikitnya 100 orang terdampak dalam berbagai kejadian tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Suwoko mengatakan, data tersebut dihimpun melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops).
Baca Juga: Mayat Terborgol di Bangunan Calon Dapur SPPG Kendal Teridentifikasi, Autopsi Temukan Luka di Kepala
Memasuki musim hujan yang diprediksi mulai berlangsung pada November, pemetaan wilayah rawan dan mitigasi perlu diperkuat. Masyarakat di kawasan lereng juga perlu mewaspadai perubahan kondisi tanah, terutama ketika hujan berlangsung lama.
Penguatan vegetasi dan pemantauan lingkungan menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko. Namun, penanganan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kerawanan masing-masing lokasi.
Editor : Fajar Andre Setiawan