Cuka Buah dari Kota Batu Tembus Pasar Luar Negeri

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:00 WIB
SAMBANG UMKM: Wali Kota Batu Nurochman meninjau langsung pembuatan sari lemon UMKM di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu kemarin (9/10). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
SAMBANG UMKM: Wali Kota Batu Nurochman meninjau langsung pembuatan sari lemon UMKM di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu kemarin (9/10). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU - Produk cuka buah petani Lemon Jaya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu berhasil menembus pasar luar negeri. Bisnis yang dirintis sejak 2022 itu dipasarkan secara daring. Konsumen dari Malaysia pernah menjangkau produk olahan tersebut. Ide usaha tersebut berawal dari melimpahnya pasokan lemon yang sulit terserap pasar.

Owner Petani Lemon Jaya Nizar Hilmi mengatakan, usahanya bermula ketika harga lemon anjlok. Hal itu diakibatkan pasokan yang melimpah. Kondisi tersebut mendorongnya mengolah buah sendiri. Tujuannya agar pasokan lemonnya memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Waktu itu lemon lagi banyak-banyaknya dan susah jualnya, terus kita olah sendiri dan coba jual online,” ungkap Nizar.

Baca Juga: 175 Tersangka Narkoba Ditangkap di Malang, 111 Ribu Pil Dobel L Disita

Kini, bahan baku yang diolah tidak terbatas pada lemon. Petani Lemon Jaya juga memanfaatkan apel, nanas, kurma, hingga stroberi. Buah-buahan tersebut diserap langsung dari petani di sekitar Kota Batu untuk menjaga keberlanjutan pasokan. Dalam satu siklus produksi, sekitar dua ton buah segar diolah menjadi kurang lebih 1.000 liter cuka buah.

Potensi usaha tersebut menjadi perhatian Wali Kota Batu Nurochman saat meninjau pelaku usaha melalui program Cak Nur Sapa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Sidomulyo kemarin (9/10). “Pengolahan buah menjadi produk turunan kan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian,” ujar pria yang akrab disapa Cak Nur itu.

Baca Juga: BPS Kota Batu Tegaskan Desil Bukan Label Permanen

Langkah ini juga membuka peluang agar hasil panen tidak hanya dijual dalam bentuk segar.

Pemkot Batu berupaya mendukung pengembangan usaha melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM). Pendampingan mencakup penataan ruang produksi, perbaikan desain kemasan, fasilitasi sertifikasi halal, serta pengurusan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk setiap varian rasa.

Pelaku usaha juga mendapat pelatihan pemasaran digital dan pemanfaatan live commerce di media sosial. Dukungan tersebut diharapkan membantu produk olahan pertanian lokal memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
cuka wali kota batu Sidomulyo