BATU, RADAR BATU - Penutupan Jalan Hasanuddin akibat pengerjaan Preservasi Simpang Empat Patih segera berakhir. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu memastikan ruas jalan tersebut ditargetkan kembali dibuka untuk umum pada akhir Oktober.
Pengerjaan perkerasan beton rigid sepanjang 120 meter di ruas Hasanuddin kini telah rampung 100 persen. Namun, jalan belum bisa langsung dilalui. Sebab, beton masih membutuhkan waktu untuk mencapai kekuatan maksimal.
Baca Juga: Data Digital Ikut Pengaruhi Desil Warga Kota Batu
Kepala DPUPR Kota Batu Esty Dwiastuti mengatakan, masa pematangan beton diperlukan untuk memastikan struktur jalan tidak mengalami keretakan atau kerusakan dini saat kembali dilintasi kendaraan. “Jadi tinggal menunggu umur beton sebelum digunakan,” ujarnya.
Setelah masa pengeringan terpenuhi, ruas jalan tersebut ditargetkan dapat dilalui seluruh jenis kendaraan. Termasuk kendaraan bertonase besar. “Insya Allah akhir Oktober sudah bisa dibuka, untuk kendaraan-kendaraan besar pun sudah bisa melintas,” tegasnya.
Baca Juga: Desil Warga Kota Batu Berubah Tiap Tiga Bulan
Menurut Esty, penutupan total sebelumnya menjadi bagian penting. Sebab, metode beton rigid membutuhkan area yang steril. Getaran kendaraan yang melintas dikhawatirkan mengganggu kualitas beton selama proses pengerasan.
Meski Jalan Hasanuddin segera dibuka, pekerjaan Preservasi Simpang Empat Patih belum seluruhnya rampung. Pemkot masih melanjutkan pengerjaan di sejumlah titik dengan target penyelesaian pada awal Desember 2026.
Baca Juga: 186 Warga Kota Batu Dicoret dari Penerima Bansos
“Proyek preservasi dan penataan kawasan Simpang Patih secara keseluruhan tetap ditargetkan tuntas pada awal Desember 2026,” urainya. Pekerjaan yang masih berjalan meliputi preservasi jalan, perapian saluran irigasi menggunakan box culvert berukuran 5x5 meter, penataan ducting kabel bawah tanah, serta pelebaran bidang persimpangan hingga 40 persen dari luasan awal.
Editor : Fajar Andre Setiawan