BATU - Satu dari 10 unit Early Warning System (EWS) tanah longsor di Kota Batu mengalami kerusakan. Perangkat yang berada di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, tersebut rusak setelah ikut terbawa material longsor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Gatot Noegroho mengatakan, 10 unit EWS tersebar di sejumlah wilayah rawan longsor. Di antaranya Desa Gunungsari, Tulungrejo, Bumiaji, hingga Sumberbrantas.
“Saat ini dilakukan pemeliharaan di salah satu unit di Sumberbrantas,” ujarnya.
Baca Juga: Percobaan Bunuh Diri Perempuan Asal Malang di Kota Batu Digagalkan Polisi
Namun, unit yang tengah menjalani pemeliharaan tersebut berbeda dengan EWS yang mengalami kerusakan. Perangkat yang rusak sebelumnya ikut jatuh saat terjadi longsor. Meski telah didirikan kembali, bagian ekstensor pada sistem EWS mengalami gangguan. Hal itu membuat unit belum dapat berfungsi optimal.
Gatot menjelaskan, EWS longsor bekerja menggunakan kabel yang terhubung dengan ekstensor di bagian lereng. Ketika terjadi rekahan atau pergerakan tanah, perubahan tarikan kabel akan memicu sistem dan membunyikan sirene sebagai peringatan dini.
Baca Juga: Empat Lahan di Kota Batu Terbakar dalam Sehari
“Sistem EWS longsor itu bekerja dengan memanfaatkan kabel yang terhubung dengan ekstensor di bagian lereng. Ketika terjadi rekahan atau pergerakan tanah, tarikannya akan memicu sistem untuk membunyikan sirene sebagai peringatan dini,” jelasnya. Sistem tersebut memiliki kelemahan ketika perangkat di bagian atas ikut terbawa material longsor.
Kondisi itu berpotensi merusak komponen EWS. Itu membuat peringatan dini tidak dapat bekerja secara optimal. Meski satu perangkat mengalami gangguan, pemantauan di Sumberbrantas masih didukung perangkat lainnya. Tim BPBD juga terus melakukan pemeliharaan dan pengecekan terhadap seluruh EWS di wilayah rawan longsor.
Baca Juga: IPL 2026, Liga Padel Pertama di Indonesia Mempertandingkan 10 Klub dari 5 Provinsi
Menurut Gatot, tantangan mitigasi tidak hanya berkaitan dengan kondisi perangkat. Respons masyarakat terhadap peringatan dini juga menjadi faktor penting. Sirene EWS tidak akan efektif apabila warga mengabaikan peringatan yang diberikan. Edukasi dan penyampaian informasi kebencanaan terus dilakukan melalui berbagai kanal.
Editor : Fajar Andre Setiawan