BATU, RADAR BATU - Jembatan Cangar di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, disebut bakal menjadi lokasi syuting film. Namun, rencana tersebut belum diketahui secara resmi oleh Pemdes Sumberbrantas. Saniman, sang kepala desa mengaku belum menerima informasi resmi dan permohonan izin terkait rencana syuting tersebut.
Padahal, trailer filmnya telah beredar di media sosial. Saniman mengaku belum ada pihak yang berkoordinasi dengan Pemdes. “Kalau memang ada pihak yang mau memfilmkan kan harus ada izin dulu, termasuk kepada kami,” ujarnya.
Baca Juga: Tak Jauh dari Batu, Ramu Space Malang Sajikan Kencur Latte hingga Choco Spice
Saniman juga belum mengetahui pihak yang disebut bakal melakukan pengambilan gambar maupun konsep produksi film tersebut. Karena itu, apabila rencana tersebut benar-benar direalisasikan, dia meminta seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan dan mengantongi izin dari pihak berwenang.
Saniman bahkan mengaku kurang menyarankan Jembatan Cangar dijadikan lokasi pengambilan gambar. Bukan karena persoalan produksi, melainkan menyangkut keselamatan pengunjung.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Kota Batu Naik Ke Penyidikan, Kejari Panggil Pengurus Hari Ini
Menurut dia, film berpotensi membuat Jembatan Cangar semakin dikenal. Kondisi tersebut dikhawatirkan mendorong lebih banyak anak muda datang dan melakukan aksi berbahaya di lokasi tersebut. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Sepekan lalu, kawasan jembatan kembali menjadi perhatian setelah seorang pengunjung menerobos pembatas jembatan.
Pembatas itu dipasang pertengahan 2026. Itu dilakukan setelah pada triwulan kedua tahun ini terdapat pemuda yang melakukan aksi nekat di kawasan jembatan. Menurut Saniman, keberadaan pembatas cukup efektif mencegah masyarakat memasuki area terlarang.
Baca Juga: Bawa Laptop ke Cafe? Roewang Tamoe di Malang Punya Space Nyaman untuk WFC
“Kalau tidak ada pembatas itu, otomatis orang yang sudah putus asa sudah loncat dengan mudah,” katanya. Saniman menegaskan, popularitas Jembatan Cangar tidak semestinya dimanfaatkan untuk melakukan aksi berbahaya. Berdasarkan informasi, sejumlah aksi nekat anak muda di lokasi itu berkaitan persoalan pribadi. Salah satunya masalah percintaan.
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah juga memasang banner berisi pesan motivasi. Selain itu, juga ada kontak darurat bagi pengunjung yang membutuhkan bantuan.
Editor : Fajar Andre Setiawan