Warga Sisir Protes Akses Keranda Terhalang Warung

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 14:00 WIB
Akses Keranda Digembok, Warga Sisir Gelar Aksi Protes
Akses Keranda Digembok, Warga Sisir Gelar Aksi Protes

 BATU, RADAR BATU - Akses menuju tempat penyimpanan keranda Mushola Baiturrohman di Jalan Bromo, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, dipersoalkan warga. Gang menuju lokasi disebut kerap terkunci setelah berdempetan dengan warung makanan yang berdiri di kawasan tersebut.

Persoalan itu memicu aksi protes puluhan warga kemarin (29/9).

Sekitar 25 warga RT 04 dan RT 05 RW 12 mendatangi lokasi sambil membawa keranda mayat. Keranda tersebut kemudian diletakkan di depan warung sebagai bentuk protes. Kondisi akses dinilai menyulitkan warga ketika membutuhkan fasilitas tersebut.

Baca Juga: Tiket Konser Pita Kita Masih Bisa Dibeli Secara Langsung di Graha Cakrawala Malang

Ketua RT 01/RW 10 Supriadi mengatakan, tempat penyimpanan keranda merupakan fasilitas milik mushola. Namun, akses menuju lokasi hanya melalui gang di belakang mushola. ia mengaku pintunya beberapa kali terkunci atau tergembok. “Jadinya warga kesulitan mengambil keranda saat dibutuhkan,” ujarnya.

Menurut Supriadi, persoalan akses tersebut telah berlangsung bertahun-tahun. Warung yang berdempetan dengan lokasi penyimpanan keranda disebut sudah berjualan sejak sebelum 1991. Dia juga menyoroti perbedaan data luas lahan. Berdasarkan peta yang dimilikinya, lahan tersebut sekitar 70 meter persegi.

Baca Juga: Konser Pita Kita Gelar Soundcheck Menuju Puncak Acara

Namun, luas yang tercantum dalam sertifikat disebut mencapai sekitar 150 meter persegi. Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 04/RW 12 Mahfudz. Dia mengatakan, warga sebelumnya masih diperbolehkan mengambil keranda melalui gang tersebut.

Namun, persoalan kembali mencuat ketika warga hendak mengambil keranda untuk keperluan pemakaman pada Senin lalu (28/9). “Pemilik warung bilang kalau warga tidak diperbolehkan melewati gang masuk itu,” bebernya.

Baca Juga: Prediksi Cuaca Kota Batu 30 September: Hujan Singkat Siang Hari, Suhu Tertinggi 25 Derajat

Mahfudz menyebut persoalan akses tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurut dia, warung di lokasi itu pernah dibongkar. Namun, akses menuju tempat penyimpanan keranda kembali terkunci setelahnya.

Warga menilai lahan tersebut sejak awal diperuntukkan bagi fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasum). Termasuk kamar mandi umum dan tempat penyimpanan keranda untuk kebutuhan warga sekitar. Kini, sebagian lahan digunakan sebagai tempat usaha warung nasi goreng kambing.

Baca Juga: Ngopi Pagi di Batu, Zombie Farmer Buka Sejak Pagi dengan Suasana Hijau

Aksi protes dilakukan warga sejak sekitar pukul 08.00. Selain membawa keranda, warga juga menggalang petisi tanda tangan. Mereka meminta fungsi lahan dikembalikan seperti semula. Dengan begitu, akses menuju tempat penyimpanan keranda bisa dibuka kembali. Warga juga akan meminta klarifikasi mengenai status dan luas lahan.

Mahfudz menyebut luas yang tercatat saat ini sekitar 160 meter persegi, berbeda dengan informasi luas awal yang sekitar 70 meter persegi. “Yang kami tuntut, fungsi tempat penyimpanan keranda dikembalikan seperti semula dan akses untuk mengambil keranda tidak lagi terhalang,” kata Mahfudz.

Baca Juga: Nongkrong Dikelilingi Boneka di Malang, Kafe Ini Punya Konsep yang Beda dari Biasanya

Kapolsek Batu Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muhammad Subhan mengaku telah menugaskan personel Bhabinkamtibmas dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Hal itu dilakukan untuk menjembatani aspirasi warga. “Situasi tetap aman dan terkendali,” ujarnya.

Pertemuan singkat antara perwakilan warga dan pemilik warung kemudian menghasilkan kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah. Warga pun membubarkan diri sekitar 15 menit setelah aksi berlangsung.

Penyelesaian sengketa tersebut dijadwalkan berlanjut melalui mediasi di Kantor Kelurahan Sisir hari ini (30/9) pukul 10.00. Sejumlah pihak dijadwalkan hadir, termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batu, Pemerintah Kecamatan Batu, Pemerintah Kelurahan Sisir, perwakilan warga setempat, dan pihak terkait status lahan dan warung. Hingga berita ini ditulis, pemilik warung belum berhasil dikonfirmasi.

Editor : Fajar Andre Setiawan
protes fasilitas umum sisir