Sensus Ekonomi di Kota Batu Rampung, BPS Mulai Olah Data

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 18:00 WIB
SENSUS EKONOMI: Petugas SE 2026 melakukan pendataan di rumah responden beberapa waktu lalu. (BPS KOTA BATU FOR RADAR BATU)
SENSUS EKONOMI: Petugas SE 2026 melakukan pendataan di rumah responden beberapa waktu lalu. (BPS KOTA BATU FOR RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kota Batu telah rampung pada 15 September lalu. Pendataan yang semula dijadwalkan berakhir 31 Agustus sempat diperpanjang. Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh unit usaha dan keluarga yang menjadi sasaran sensus terdata dengan valid. Kini Badan Pusat Statistik (BPS) mulai melakukan pengolahan data.

Ketua Tim Pelaksana SE 2026 BPS Kota Batu Dwi Esti Kurniasih mengatakan, proses pendataan di lapangan telah mencapai 100 persen pada pertengahan Agustus. Dari prelist awal sebanyak 87.653 unit, petugas telah memverifikasi 89.963 unit atau 102,60 persen. Jumlah tersebut termasuk penugasan tambahan di lapangan.

Baca Juga: Demo di Kantor Dishub Malang, Ratusan Sopir Angkot Tuntut Janji Soal Trans Jatim

“Pada 14 September lalu, kami sudah melakukan proses finalisasi. Kemudian keesokan harinya, aplikasi untuk pendataan sensus ekonomi ditutup,” ujarnya beberapa waktu lalu. Dwi menjelaskan, pendataan SE 2026 dilakukan berbasis bangunan dan keluarga. Artinya, petugas tidak hanya mengacu pada prelist yang telah disiapkan.

Jika menemukan bangunan atau keluarga yang belum tercantum dalam prelist, tetapi berada di wilayah tugasnya, petugas wajib menambahkannya ke dalam pendataan. Langkah tersebut dilakukan agar cakupan sensus tidak hanya bergantung pada daftar awal. Meski pengumpulan data telah tuntas, ia belum dapat menyampaikan gambaran hasil SE 2026.

Baca Juga: 2 Hari Lagi, Ini Rundown dari Konser Pita Kita 2026

Data masih harus melalui sejumlah tahapan. Mulai pengolahan, validasi, penjaminan kualitas, hingga analisis. Itu perlu dilalui sebelum didiseminasikan kepada publik. “Informasi mengenai waktu dan bentuk publikasinya akan disampaikan apabila jadwal rilis resmi sudah ada dari pusat,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, petugas masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya penolakan dari responden. Untuk mengatasinya, petugas melakukan pendekatan persuasif hingga meminta bantuan pengurus rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), maupun pemerintah desa agar responden bersedia didata.

Baca Juga: Digelar di 9 Kota Indonesia, Ini Deretan Film yang Akan Tayang di Japanese Film Festival 2026

Kendala juga ditemukan saat mendata sejumlah perusahaan besar. Data tidak selalu dapat diperoleh melalui satu kali wawancara. Petugas harus melakukan beberapa kali kunjungan. Sebab, terdapat banyak variabel yang perlu dilengkapi. Sensus tahun ini mencatat berbagai aktivitas ekonomi di luar sektor pertanian.

Termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga usaha berskala besar. Data tersebut nantinya menjadi salah satu dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, perencanaan investasi, pengembangan usaha, penciptaan lapangan kerja, serta evaluasi program pemerintah. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
Sensus Ekonomi 2026 kota batu BPS Badan Pusat Statistik