Hujan Diprediksi Turun di Kota Batu Mulai November

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi Hujan. Foto: Kulkann
Ilustrasi Hujan. Foto: Kulkann

BATU, RADAR BATU - Curah hujan di Kota Batu diprediksi mulai meningkat pada November. Intensitasnya bakal melonjak pada Desember. Seluruh wilayah Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo diperkirakan mengalami curah hujan 301-400 milimeter (mm) selama bulan tersebut.

Prediksi itu menjadi penanda berakhirnya periode kemarau panjang tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi musim hujan tahun ini datang lebih lambat akibat pengaruh El Niño dengan intensitas sangat kuat.

Baca Juga: 2 Hari Lagi, Ini Rundown dari Konser Pita Kita 2026

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Linda Fitrotul mengatakan, kondisi kemarau di Malang Raya diprediksi masih bertahan hingga November. Memasuki bulan tersebut, curah hujan mulai meningkat dibandingkan Oktober.

“Periode kemarau untuk wilayah Malang Raya diprediksi sampai November,” ujar Linda. Pada Oktober, curah hujan di Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo diprediksi masih berada pada kategori rendah, yakni 0-20 mm.

Baca Juga: Digelar di 9 Kota Indonesia, Ini Deretan Film yang Akan Tayang di Japanese Film Festival 2026

Ketiga wilayah tersebut juga diperkirakan mengalami sifat hujan bawah normal. Memasuki November, sebagian besar wilayah Batu dan Bumiaji diprediksi menerima curah hujan 51-100 mm. Seluruh wilayah Junrejo juga berada pada kisaran yang sama.

Namun, sebagian kecil wilayah Batu dan Bumiaji berpotensi menerima curah hujan lebih tinggi, yakni 101-150 mm. Meski mulai meningkat, sifat hujan di seluruh Kota Batu masih diprediksi berada pada kategori bawah normal dengan kisaran 31-50 persen.

Baca Juga: Agensi Rumah Tangga Berhasil Raih 1 Juta Penonton dalam 15 Hari Tayang

Kondisi berubah lebih signifikan pada Desember. Seluruh wilayah Batu, Bumiaji, dan Junrejo diprediksi masuk kategori curah hujan 301-400 mm per bulan. Dari sisi sifat hujan, sebagian besar wilayah Batu dan Bumiaji diprediksi berada pada kategori normal.

Seluruh wilayah Junrejo juga diperkirakan mengalami sifat hujan normal. Sementara itu, sebagian kecil wilayah Batu dan sebagian wilayah Bumiaji berpotensi mengalami sifat hujan atas normal.

Baca Juga: Sedang Suka dengan Seseorang dalam Diam? Ini 4 Lagu JKT48 yang Cocok untuk Kamu

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena peningkatan akumulasi hujan dapat meningkatkan potensi gangguan hidrometeorologi apabila disertai hujan berintensitas tinggi. Prediksi tersebut sejalan dengan pembaruan informasi BMKG pada September.

Secara nasional, sebagian besar wilayah diperkirakan baru memasuki musim hujan pada November dan Desember. El Niño yang sangat kuat dan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut berpengaruh terhadap mundurnya awal musim hujan di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Ranking FIFA Garuda Turun, Malaysia Sudah Nggak Sabar Main di GBK!

“Tahun ini memang terjadi fenomena El Niño, sehingga kemarau lebih panjang dibanding sebelumnya. Berbeda dengan tahun lalu yang terjadi La Niña,” kata Linda. El Niño merupakan fenomena peningkatan suhu muka laut di kawasan Pasifik tengah dan timur.

Hal itu memengaruhi pola cuaca Indonesia, termasuk meningkatkan risiko kondisi lebih kering di sejumlah wilayah. Sebaliknya, La Niña berkaitan dengan pendinginan suhu muka laut di kawasan itu dan dapat meningkatkan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Baca Juga: Berburu Cokelat di Batu, Moodco Punya Banyak Pilihan buat Buah Tangan

Dengan pola tersebut, masyarakat dan pemerintah daerah perlu mencermati perubahan kondisi cuaca sejak November. Pihaknya juga mengingatkan prediksi iklim dapat diperbarui seiring perkembangan kondisi atmosfer dan laut. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
bmkg kota batu hujan