Jalan Mustari Ditutup Berkala hingga 16 Oktober

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 15:17 WIB
MULAI DIBANGUN: Proyek revitalisasi trotoar di Jalan Abdul Ghani Bawah masih berproses hingga kemarin. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
MULAI DIBANGUN: Proyek revitalisasi trotoar di Jalan Abdul Ghani Bawah masih berproses hingga kemarin. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU – Akses Jalan Mustari ditutup secara berkala mulai 24 September hingga 16 Oktober mendatang. Penutupan dilakukan seiring pemasangan saluran drainase dalam proyek pedestrian Jalan Abdul Gani Bawah yang terhubung dengan ruas Jalan Mustari.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu Eko Setiawan mengatakan, penutupan diperlukan untuk memberi ruang manuver alat berat. Terutama ekskavator, saat pemasangan U-ditch. Pengaturan itu sekaligus untuk menjaga keselamatan warga dan wisatawan yang melintas. Namun, penutupan tidak berlangsung sepanjang hari selama periode tersebut.

Akses hanya ditutup ketika ruang pengerjaan tidak mencukupi untuk pergerakan alat berat. “Tidak dilakukan penutupan terus-menerus. Jika masih ada ruang untuk melakukan kegiatan atau galian, maka tidak akan dilakukan penutupan,” ujarnya. Berdasarkan skema pengerjaan, penutupan pada siang hari dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00. Sementara, sesi kedua mulai pukul 13.00 hingga 16.00.

Baca Juga: Drainase Jalan Abdul Gani Batu Mulai Dikerjakan, Jalan Mustari Ditutup Bertahap hingga 16 Oktober

Pada pukul 12.00 hingga 13.00, akses kembali dibuka untuk mengakomodasi mobilitas warga pada jam istirahat. Pemasangan U-ditch menjadi bagian dari proyek penataan ruang publik di kawasan Jalan Abdul Gani Bawah. Saluran tersebut dibangun untuk memperbaiki sistem drainase sekaligus mendukung pedestrian baru di kawasan tersebut.

Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp1,7 miliar itu ditargetkan rampung pada Desember tahun ini. Pemkot Batu tetap menyiapkan rekayasa akses agar pengerjaan tidak menghambat mobilitas masyarakat dan wisatawan secara total.

Eko mengimbau pengguna jalan memperhatikan pengaturan lalu lintas selama pengerjaan berlangsung. Pengendara dan wisatawan dapat memanfaatkan sejumlah jalur alternatif di sekitar lokasi proyek

Baca Juga: ARTE Coffee & Eatery Malang, Tempat Ngopi di Jalan Semeru yang Buka 24 Jam

Editor : Aditya N. Rian
penutupan jalan Jalan Mustari proyek drainase pedestrian dpupr kota batu