PSN 3M Plus Digenjot di Bumiaji Kota Batu

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 15:30 WIB
DBD: Waspada demam tinggi berkelanjutan pada anak. (Freepik)
DBD: Waspada demam tinggi berkelanjutan pada anak. (Freepik)

BATU, RADAR BATU – Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) terus digencarkan untuk menekan risiko demam berdarah dengue (DBD) di Kota Batu. Puskesmas Bumiaji mendorong masyarakat menerapkan gerakan 3M Plus secara rutin.

Kepala Puskesmas Bumiaji dr Kartini Kristalina mengatakan, PSN 3M Plus dilakukan sesuai program pemerintah. Edukasi pencegahan menyasar wilayah kerja puskesmas yang mencakup sembilan desa di Kecamatan Bumiaji.

Baca Juga: Kasus Nihil, Chikungunya Tetap Diwaspadai di Kota Batu

“Kami terus menggencarkan PSN 3M Plus sesuai dengan program dari pemerintah,” ujarnya.

Gerakan 3M dimulai dengan menguras tempat penampungan air. Bak mandi, ember, dan pot perlu dibersihkan secara berkala agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Selanjutnya, masyarakat diminta menutup wadah penyimpanan air. Drum dan tangki menjadi sejumlah tempat yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: Penerima BLT dari Desa di Kota Batu Anjlok 80 Persen

Langkah berikutnya ialah mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air hujan. Ban, botol plastik, dan berbagai wadah lain berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Sementara itu, unsur “Plus” mencakup tindakan tambahan untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk. Salah satunya menggunakan losion antinyamuk.

Baca Juga: Akses Permodalan UMKM di Kota Batu Terganjal BI Checking

Kartini menekankan, pencegahan tidak boleh hanya dilakukan ketika sudah ditemukan kasus. Masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan secara rutin.

Selain PSN, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga perlu diperkuat. Masyarakat diimbau menjaga pola makan bergizi dan mencuci tangan sebelum makan.

Baca Juga: DPRD Kota Batu Desak Uji Forensik Proyek PT Esa

Upaya pencegahan tersebut menjadi penting setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat delapan kasus DBD sepanjang Januari-September 2026. Tiga kasus di antaranya terjadi pada anak-anak.

Kendati belum ada kematian, pengendalian lingkungan tetap perlu diperkuat. Pembersihan tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk menjadi langkah yang dapat dilakukan dari tingkat rumah tangga.

Dengan pencegahan yang dilakukan secara rutin, masyarakat tidak perlu menunggu munculnya kasus untuk mulai memberantas sarang nyamuk. (yun/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
kota batu dbd dinkes kota batu