BATU, RADAR BATU – Orang tua perlu mengenali tanda bahaya demam berdarah dengue (DBD) pada anak. Gejala yang terlihat ringan pada fase awal dapat berkembang menjadi kondisi serius jika tidak dipantau dengan baik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr Icang Sarrazin mengatakan gejala DBD pada anak pada dasarnya serupa dengan orang dewasa.
Baca Juga: Kasus Nihil, Chikungunya Tetap Diwaspadai di Kota Batu
Namun, gejala pada anak terkadang tampak lebih ringan. Kondisi tersebut membuat DBD berpotensi disalahartikan sebagai penyakit lain.
“Penanganan pasien DBD fokus mengatasi kehilangan cairan plasma dan pencegahan terjadinya shock akibat kebocoran plasma,” ujarnya.
Baca Juga: Penerima BLT dari Desa di Kota Batu Anjlok 80 Persen
Pada anak, gejala dapat berupa demam, ruam, mudah lelah, dan rewel. Orang tua harus meningkatkan kewaspadaan ketika muncul tanda bahaya.
Nyeri perut hebat dan muntah berulang menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan. Anak yang menolak makan atau minum juga perlu mendapat perhatian lebih.
Baca Juga: Akses Permodalan UMKM di Kota Batu Terganjal BI Checking
Tanda lain dapat terlihat dari kondisi tubuh. Pucat, dingin, atau lembap perlu diwaspadai. Begitu pula perdarahan seperti mimisan dan gusi berdarah.
Frekuensi buang air kecil juga penting dipantau. Jika anak tidak buang air kecil selama sekitar empat hingga enam jam dan kondisinya memburuk, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan.
Baca Juga: Setahun, Volume Sampah di Kota Batu Berkurang 64 Persen
Menurut Icang, penanganan DBD pada anak dan dewasa bersifat suportif dan simtomatis. Fokusnya mengatasi gejala sekaligus mencegah dehidrasi.
Penanganan awal meliputi istirahat cukup, pengendalian demam, dan pemenuhan kebutuhan cairan. Asupan makanan bergizi juga tetap diperlukan selama masa pemulihan.
Risiko keparahan dapat meningkat pada anak dengan riwayat infeksi dengue sebelumnya. Penyakit penyerta dan status gizi yang kurang baik juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Baca Juga: DPRD Kota Batu Desak Uji Forensik Proyek PT Esa
Sepanjang Januari-September 2026, Dinkes Kota Batu mencatat delapan kasus DBD. Tiga pasien di antaranya merupakan anak-anak, sementara seluruh kasus tidak menimbulkan kematian.
Karena itu, orang tua perlu tidak hanya mengandalkan penanganan ketika anak sudah sakit. Mengenali tanda bahaya sejak awal menjadi bagian penting dalam mencegah kondisi berkembang lebih berat.
Editor : Fajar Andre Setiawan