Setahun, Volume Sampah di Kota Batu Berkurang 64 Persen

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 17:00 WIB
JAGA LINGKUNGAN: Wali Kota Batu Nurochman membersihkam rerumputan di kawasan Pasar Induk Among Tani Batu kemarin (25/9). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
JAGA LINGKUNGAN: Wali Kota Batu Nurochman membersihkam rerumputan di kawasan Pasar Induk Among Tani Batu kemarin (25/9). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Volume sampah di Kota Batu diklaim berkurang 64,50 persen sepanjang 2025. Pemkot Batu menyebut capaian tersebut tak lepas dari penguatan pengelolaan sampah dari sumbernya melalui program Batu Greenation. Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan capaian itu saat peringatan World Cleanup Day (WCD) 2026 kemarin (25/9).

Menurut dia, pemilahan sampah dari rumah tangga menjadi salah satu kunci menekan volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir. “Gerakan Batu Greenation terus kita dorong agar pemilahan sampah benar-benar dimulai dari rumah tangga,” ujarnya.

Baca Juga: Waspada Angin Kencang di Jawa Timur, Ini 7 Hal yang Harus Dilakukan Sebagai Langkah Antisipasi

Pria yang akrab disapa Cak Nur itu menegaskan, peringatan WCD tidak boleh berhenti sebagai agenda bersih-bersih setahun sekali. Momentum itu harus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memproduksi, memilah, dan mengelola sampah setiap hari.

Menurut dia, pembenahan lingkungan membutuhkan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Di antaranya memilah sampah organik dan anorganik dari rumah, menggunakan kembali barang yang masih layak, dan tidak membuang sampah ke sungai.

Baca Juga: Heboh Kabar Pertalite Naik Jadi Rp13.500, Pertamina dan ESDM Buru-Buru Klarifikasi

Komitmen tersebut juga terlihat dalam aksi WCD 2026. Sedikitnya 10.000 relawan terlibat dalam berbagai kegiatan yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Batu. Mereka menggelar kerja bakti massal, edukasi pemilahan sampah, pembagian pupuk kompos gratis, hingga penyediaan stasiun isi ulang atau refill station.

Fasilitas tersebut ditujukan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Cak Nur juga meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batu menjadi contoh dalam penerapan perilaku ramah lingkungan. “Perubahan perilaku ini harus dimulai dari meja kerja di kantor, lingkungan rumah, dan interaksi harian kita,” tegasnya.

Editor : Fajar Andre Setiawan
World Cleanup Day kota batu sampah