BATU, RADAR BATU - Pembakaran sampah dan serasah menjadi salah satu pemicu dominan kebakaran di Kota Batu sepanjang musim kemarau. Bara yang tidak sepenuhnya padam berpotensi menyambar vegetasi kering ketika tertiup angin.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu Agung Sedayu mengatakan, kasus kebakaran meningkat terutama pada Agustus dan September. Masing-masing bulan mencatat 13 kejadian.
Menurut Agung, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi puncak musim kemarau. Cuaca panas membuat vegetasi lebih mudah terbakar, sementara angin kencang mempercepat perambatan api.
Baca Juga: Heboh Kabar Pertalite Naik Jadi Rp13.500, Pertamina dan ESDM Buru-Buru Klarifikasi
“Kejadiannya didominasi akibat pembakaran sampah yang tak terkendali,” tegasnya.
Kebakaran di Desa Mojorejo pada 16 September menjadi salah satu contohnya. Api membakar rumpun bambu di lahan seluas sekitar 200 meter persegi.
Api diduga berasal dari pembakaran serasah daun yang ditinggalkan sebelum benar-benar padam. Bara kemudian merambat ke vegetasi sekitar setelah tertiup angin.
Petugas Damkarmat melakukan pemadaman dan pemantauan setelah api berhasil dikendalikan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan bara tidak kembali menyala.
Baca Juga: Dari Chikuma hingga Kopi Kenangan, Ini Tenant yang Akan Ada di Venue Konser Pita Kita
Agung meminta masyarakat tidak sembarangan membakar sampah maupun serasah, khususnya saat angin bertiup kencang. Kondisi vegetasi yang kering juga harus menjadi pertimbangan sebelum melakukan aktivitas yang berpotensi menghasilkan api.
Jika pembakaran tidak dapat dihindari, masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Titik pembakaran juga perlu diawasi agar tidak menyambar area sekitarnya.
Hingga 21 September, Damkarmat Kota Batu telah menangani 64 kejadian kebakaran. Angka tersebut meningkat sekitar 16 persen dibandingkan 55 kejadian yang tercatat sepanjang 2025.
Baca Juga: Pole Position untuk Para Underdog, Russell Tampil Tak Terkejar di Baku
Selain kebakaran lahan, kejadian juga meliputi kebakaran bangunan. Salah satunya kebakaran kandang ayam di Jalan Metro, Kelurahan Sisir, yang menewaskan 1.500 ekor ayam.
Warga yang menemukan titik api maupun kondisi yang berpotensi memicu kebakaran diminta segera melapor. Penanganan sejak awal dapat mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Editor : Fajar Andre Setiawan