BATU, RADAR BATU – Kasus kebakaran di Kota Batu meningkat sepanjang 2026. Hingga 21 September, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu mencatat 64 kejadian.
Jumlah tersebut naik sekitar 16 persen dibandingkan total kejadian sepanjang 2025 yang mencapai 55 kasus. Lonjakan paling terlihat pada Agustus dan September yang masing-masing mencatat 13 kejadian.
Kepala Damkarmat Kota Batu Agung Sedayu mengatakan peningkatan tersebut salah satunya dipengaruhi puncak musim kemarau. Cuaca panas dan angin kencang membuat api lebih mudah merambat.
Baca Juga: Heboh Kabar Pertalite Naik Jadi Rp13.500, Pertamina dan ESDM Buru-Buru Klarifikasi
“Kejadiannya didominasi akibat pembakaran sampah yang tak terkendali,” tegasnya.
Kebakaran lahan menjadi salah satu kejadian yang banyak muncul dalam dua bulan terakhir.
Bara dari pembakaran sampah yang belum sepenuhnya padam dapat menyambar vegetasi kering di sekitarnya.
Salah satunya terjadi di Desa Mojorejo pada 16 September. Kebakaran melanda lahan rumpun bambu seluas sekitar 200 meter persegi.
Baca Juga: Dari Chikuma hingga Kopi Kenangan, Ini Tenant yang Akan Ada di Venue Konser Pita Kita
Api diduga berasal dari pembakaran serasah daun yang ditinggalkan sebelum benar-benar padam. Tiupan angin kemudian membuat api cepat merambat ke vegetasi di sekitar lokasi.
Petugas Damkarmat melakukan pemadaman sekaligus pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala. Penanganan tersebut diperlukan agar api tidak kembali meluas.
Agung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kering. Pembakaran sampah maupun serasah sebaiknya dihindari, terutama ketika angin bertiup kencang.
Baca Juga: Pole Position untuk Para Underdog, Russell Tampil Tak Terkejar di Baku
Jika pembakaran terpaksa dilakukan, api harus dipastikan benar-benar padam sebelum lokasi ditinggalkan. Warga juga diminta segera melaporkan titik api agar dapat ditangani sebelum membesar.
Selain kebakaran lahan, Damkarmat juga menangani kebakaran bangunan. Salah satunya terjadi di Kelurahan Sisir pada 31 Agustus yang menghanguskan kandang ayam dan menyebabkan 1.500 ekor ayam mati.
Editor : Fajar Andre Setiawan