BATU - Pemerintah mendorong pemanfaatan platform digital 365 UP sebagai wadah integrasi dan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Platform tersebut dirancang untuk mencatat rekam jejak usaha. Selain itu, juga memantau perkembangan pelaku UMKM secara berkelanjutan.
Asisten Deputi Pengembangan Usaha Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Slamet Santoso mengatakan, digitalisasi diperlukan agar program pemberdayaan usaha tidak berjalan secara terpisah. Pemerintah pusat dan daerah didorong mengintegrasikan pembinaan melalui satu sistem.
Baca Juga: Laut Bercerita Menjadi Film Penutup Jakarta Film Week 2026, Menemani Ah Girl Sebagai Film Pembuka
“Melalui platform 365 UP yang berjalan sepanjang tahun ini, kita ingin pelaku UMKM memiliki media terintegrasi agar bisa saling terkoneksi,” terangnya. Sesuai namanya, Program 365 UP diarahkan sebagai wadah pengembangan usaha selama 365 hari. Rekam jejak pembinaan dan perkembangan usaha dapat dipantau secara lebih terintegrasi.
Digitalisasi juga dimanfaatkan Kemenko PM untuk mengorkestrasi potensi bantuan sosial (bansos) dan program pemberdayaan. Salah satunya melalui anggaran pemberdayaan nasional senilai Rp 508 triliun yang tersebar pada 40 kementerian dan lembaga.
Baca Juga: Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Akan Tayang di Studio 4DX, Semakin Memacu Adrenalin
Slamet mengatakan, penerima bansos, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), juga dapat diarahkan untuk bertransformasi menjadi pelaku usaha berbasis digital. Pemetaan penerima bantuan jadi salah satu dasar untuk menentukan bentuk dukungan yang diberikan.
Dengan digitalisasi, penerima bantuan dipetakan dan diberi kucuran modal. “Tujuannya agar mereka beralih status dari penerima manfaat menjadi pemberi manfaat bagi ekonomi sekitar,” tambahnya.
Baca Juga: The Legend of Zelda Live-Action Rilis 30 April 2027, Ini Jajaran Sutradara dan Pemerannya
Konsep tersebut mendapat dukungan dari Wali Kota Batu Nurochman. Menurut dia, Pemkot Batu perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan begitu, pelayanan dan pendampingan terhadap pelaku usaha semakin mudah diakses.
Nurochman juga menempatkan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Kota Batu sebagai salah satu pusat akselerasi digital bagi pelaku usaha. Fasilitas itu diharapkan tidak hanya menjadi tempat layanan. Namun, mampu memberikan pendampingan yang dapat dirasakan UMKM secara luas.
“Ke depan, dengan tata kelola yang adaptif dan terdigitalisasi, kita ingin memastikan seluruh pelaku usaha mendapatkan informasi dan akses pendampingan secara merata,” ujarnya. Untuk memperluas jangkauan Program 365 UP, ia menyiapkan strategi jemput bola berbasis digital hingga tingkat desa dan kelurahan. Informasi mengenai permodalan, perizinan, hingga pelatihan diharapkan dapat lebih mudah menjangkau kelompok usaha masyarakat.
Editor : Fajar Andre Setiawan