BATU - Pemindahan pangkalan membuat omzet kusir dokar wisata di Alun-Alun Kota Batu turun. Sebelumnya, kusir bisa mengantongi sekitar Rp 3,8 juta per bulan. Kini, mereka hanya bisa membawa pulang Rp 2,05 juta per bulan. Kusir menilai penurunan omzet dan minat wisatawan naik dokat berkaitan dengan lokasi pangkalan baru yang dinilai kurang strategis.
Pangkalan yang kini menampung 25 kuda tersebut berada di jalur yang ramai kendaraan bermotor. Kondisi itu dinilai mengurangi daya tarik dan kenyamanan wisatawan untuk menggunakan jasa dokar. Sebelumnya, dokar wisata berada di sisi selatan Alun-Alun Kota Batu. Lokasi tersebut kemudian dipindahkan ke Jalan Sudiro pada Desember 2025.
Baca Juga: Demo Jakarta Hari Ini: 73 Aksi Digelar, Puluhan Ribu Personel Disiagakan
Alasannya adalah penerapan smart gate parking untuk mencegah kemacetan di pintu masuk area parkir. Karena dinilai kurang strategis, pangkalan kembali dipindahkan ke sisi timur alun-alun pada awal 2026. Namun, kusir kembali mengeluhkan minimnya penumpang.
“Saat di Sudiro sering enggak dapat penumpang,” kata salah satu kusir, Suryadi.
Menurut Suryadi, saat pangkalan masih berada di sisi selatan, omzet bisa mencapai Rp 3,8 juta per bulan. Bahkan, pendapatan dalam sehari dapat menyentuh Rp 400 ribu. Kini, omzet turun menjadi sekitar Rp 2,05 juta per bulan. Angka tersebut sudah termasuk insentif Rp 1 juta per bulan dari Pemkot Batu.
Baca Juga: Sidang Lanjutan Gugatan Gibran, KPU Sebut Terlambat 905 Hari, Denny Indrayana Tak Sepakat
Suryadi berharap pangkalan dikembalikan ke sisi selatan. Lokasi tersebut dinilai lebih menarik. Sebab, berdekatan dengan kawasan kuliner. Dengan begitu, wisatawan lebih mudah mengakses dokar setelah membeli jajanan.
Dokar wisata merupakan program Dinas Pariwisata (Disparta) yang telah berjalan sejak 2015. Program tersebut ditujukan untuk melestarikan transportasi tradisional, menarik wisatawan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan kusir.
Baca Juga: Film Legendaris 5 CM akan Rilis Film Prekuel, Ceritakan Kehidupan Zafran Saat SMP
Penjaga Kupon Dokar Gratis Samuel Sendro mengatakan, layanan gratis diberikan setiap pukul 08.00 hingga 11.00. Di luar jam tersebut, penumpang dikenai tarif sekitar Rp 50 ribu sekali perjalanan. Tarif serupa berlaku ketika penumpang meminta rute di luar jalur yang ditetapkan Pemkot.
Namun, Pemkot menilai pemindahan pangkalan bukan penyebab turunnya omzet. Samuel menyebut persoalan utamanya adalah belum banyak wisatawan yang mengetahui lokasi pangkalan baru. “Kami terus melakukan promosi langsung setiap ada pengunjung yang datang ke alun-alun.” pungkasnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan