BATU - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap susu segar lokal untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kandungan susu yang digunakan ditargetkan minimal 80 persen. Kepala BGN Sudaryono menyampaikan rencana tersebut saat berkunjung ke Kota Batu pada 19 September lalu.
Kebijakan itu disiapkan menyusul sorotan terhadap kualitas susu yang didistribusikan sejumlah dapur mitra. Menurut dia, pasokan susu untuk program MBG masih didominasi produk impor dan bahan olahan berbentuk bubuk. Kondisi tersebut dinilai perlu diubah dengan meningkatkan penggunaan susu segar dari peternak lokal.
“Kami akan mengeluarkan surat edaran, untuk meminta dapur menyerap susu segar yang kandungannya minimal 80 persen,” tegasnya. Sudaryono mengaku menerima sejumlah keluhan penerima manfaat terkait susu kemasan yang kandungan susunya dinilai rendah. Kondisi itu tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi.
Baca Juga: MBG Picu Inflasi di Kota Batu, Kepala BGN Siapkan Marketplace
“Hal itu juga berdampak pada penyerapan hasil produksi peternak sapi perah,” ujarnya. Maka dari itu, Oktober nanti pihaknya berjanji segera menerbitkan Surat Edaran (SE)-nya. Regulasi tersebut akan berlaku secara nasiona, termasuk di Kota Batu sebagai salah satu sentra penghasil susu. Kebijakan itu diharapkan memperkuat hilirisasi peternakan sapi perah.
Sentra produksi susu di Kota Batu tentu akan mendapat peluang pasar lebih besar melalui program MBG. Kendati begitu, penyerapan susu lokal untuk kebutuhan MBG sudah berjalan. Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri Muhammad Munir mengatakan produk susu segar yang diolah menjadi susu pasteurisasi dan keju telah dipasok ke sejumlah SPPG.
Baca Juga: MBG Serap Hasil Pertanian Kota Batu, Kepala BGN Soroti Kenaikan Harga Jeruk
“Saat ini sudah ada sekitar 10 dapur atau SPPG yang aktif bekerja sama menyerap produk susu lokal dari kami,” ungkap Munir. Penyerapan tersebut tidak hanya untuk SPPG di Kota Batu. Produk susu koperasi juga dikirim ke sejumlah wilayah sekitar, seperti Kabupaten Malang, Kota Malang, hingga Kabupaten Mojokerto.
Volume penyerapan setiap SPPG bervariasi. Dalam sekali pengiriman, dia mengaku memasok berkisar 1.000-3.500 cup. Munir menilai kerja sama dengan SPPG melalui program MBG memberikan kepastian pasar bagi peternak. Dengan adanya permintaan rutin, hasil produksi susu lebih mudah terserap.
Editor : Fajar Andre Setiawan