Tiga Sumber Air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Dilaporkan Mati

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 17:00 WIB
PENINJAUAN LANGSUNG: Anggota Komisi B DPRD Kota Batu melihat sumber air di titik nol di kawasan Arboretum, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji kemarin (22/9). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
PENINJAUAN LANGSUNG: Anggota Komisi B DPRD Kota Batu melihat sumber air di titik nol di kawasan Arboretum, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji kemarin (22/9). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU – Tiga sumber mata air alami di Dusun Jurang Kuali, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, dilaporkan mati total sejak 2025. Temuan itu mencuat saat Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu bersama perwakilan warga meninjau lokasi sumber yang berdekatan dengan proyek PT Esa Suwardhana Thani kemarin (22/9).

Perwakilan warga Kampung Gimbo Neno Pratama mengatakan, peninjauan lapangan tersebut merupakan tindak lanjut advokasi masyarakat sejak April lalu. Warga sebelumnya menggelar aksi protes pada 28 April. Namun, hingga Agustus lalu belum mendapat tindak lanjut baik dari pemerintah daerah maupun perusahaan.

Warga kemudian mengajukan permohonan rapat dengar pendapat kepada DPRD Kota Batu. Aspirasi tersebut ditindaklanjuti melalui agenda dengar pendapat pada awal September sebelum berujung pada peninjauan langsung ke lokasi proyek.Dalam sidak tersebut, warga menyampaikan tiga sumber air yang berada di sekitar lokasi proyek telah mati total.

Baca Juga: 4 Tips Menghemat Air Saat Musim Kemarau, Mudah Dilakukan di Rumah 

“Ketiganya yakni Sumber Mbah To, Sumber Goa Jepang, dan Sumber Janitri. Indikasi terkuat memang karena adanya sumur bor itu,” ujarnya. Menurut dia, ketiga sumber tersebut sebelumnya tidak pernah mati. Termasuk saat musim kemarau panjang. Debitnya konsisten memenuhi kebutuhan warga untuk konsumsi rumah tangga dan pengairan lahan pertanian.

Namun, sejak aktivitas pengeboran sumur dalam pada 2025, debit air disebut terus menyusut hingga akhirnya berhenti mengalir. Warga kini harus menghadapi berkurangnya sumber air yang selama ini menjadi tumpuan kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Kekeringan Mengancam Malang Raya, Beberapa Wilayah Sedang Hadapi Krisis Air Bersih

Menanggapi temuan itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Batu Sudjono Djonet meminta Pemkot melibatkan tim independen untuk menguji kondisi lingkungan di sekitar lokasi proyek. Tim teknis dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), dan pengelola sumber daya air juga perlu dilibatkan.

“Ini harus dilakukan pengujian untuk mengetahui sejauh mana debit terus menyusut,” ujarnya. Saat ini, aktivitas pengeboran sumur kedua di lokasi proyek PT Esa dihentikan sementara. Dewan menegaskan investasi di kawasan pariwisata Kota Batu tetap harus memperhatikan keberlanjutan ekosistem hulu dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat atas air.

Editor : Fajar Andre Setiawan
dprd sumber air Bumiaji air sumberbrantas