Rp 500 Juta untuk Petani Muda Kota Batu Batu

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 14:30 WIB
PERTANIAN: Petani bawang merah di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo menyiram lahan miliknya beberapa hari lalu. (RAMYZARD RAFSANJANI/RADAR BATU)
PERTANIAN: Petani bawang merah di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo menyiram lahan miliknya beberapa hari lalu. (RAMYZARD RAFSANJANI/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Pemerintah Kota Batu mengalokasikan sekitar Rp 500 juta untuk pembinaan dan sertifikasi petani muda tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu Hendry Suseno mengatakan, anggaran tersebut terbagi untuk dua kegiatan.

Sebanyak Rp 200 juta digunakan untuk pelatihan Petani Muda Berdaya. Sementara Rp 300 juta dialokasikan untuk sertifikasi kompetensi petani.

Baca Juga: Siap Menyambut Sinefil Malang, Jakarta World Cinema 2026 akan Berlanjut ke Malang - Radar Batu

“Tahun ini kami menganggarkan sekitar Rp 500 juta. Rinciannya, Rp200 juta untuk pelatihan petani muda berdaya dan Rp 300 juta untuk sertifikasi kompetensi petani,” jelas Hendry.

Program pembinaan petani muda telah berjalan sejak 2024. Kegiatan diawali melalui Abang Tani Kelas untuk mendorong kelompok tani lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Program tersebut kemudian dikembangkan menjadi Petani Muda Berdaya. Materinya tidak hanya berkaitan dengan budidaya. Petani juga dibekali pengetahuan dari hulu hingga hilir.

Baca Juga: Jalan Cepat 30 Menit Sehari Ternyata Bisa Menurunkan Risiko Kematian, Ini Kata Peneliti - Radar Batu

Distan-KP mencatat sekitar 300 petani telah mendapat pembinaan melalui berbagai program tersebut.

“Tahun ini kami bermaksud mengubah pola pikir mereka bahwa bertani merupakan bisnis yang berorientasi pasar global,” ujar Hendry.

Untuk sertifikasi, Distan-KP mengirim petani muda mengikuti pelatihan dan uji kompetensi di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Lawang.

Baca Juga: BSFF ke-9 Digelar di Kota Batu, 40 Tenant Kuliner Ramaikan Festival - Radar Batu

Selain pelatihan dan sertifikasi, Pemkot Batu berupaya memperkenalkan pertanian modern. Salah satunya melalui penerapan smart farming berbasis Internet of Things (IoT).

Teknologi tersebut telah diuji coba di Desa Sumberbrantas dan Pandanrejo. Petani juga diperkenalkan dengan penggunaan perangkat jarak jauh dan pesawat tanpa awak atau drone.

Pembinaan diarahkan agar petani muda yang telah mengikuti pelatihan dapat menularkan pengetahuan kepada kelompok tani lain di wilayahnya.

“Harapan kami bisa getok tular ke petani lainnya supaya manfaatnya bisa merata,” kata Hendry.

Editor : Fajar Andre Setiawan
pertanian modern IOD petani muda pemkot batu petani