Karhutla Gunung Butak dan Kawinajang Padam, Perhutani Mulai Telusuri Penyebab

indah mei • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 14:01 WIB
PADAM: Polres Batu bersama tim gabungan memadamkan sisa kebakaran di Gunung Butak beberapa waktu lalu. (POLRES BATU FOR RADAR BATU)
PADAM: Polres Batu bersama tim gabungan memadamkan sisa kebakaran di Gunung Butak beberapa waktu lalu. (POLRES BATU FOR RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan Kawinajang akhirnya padam. Hingga Jumat (11/9), tidak lagi ditemukan titik api di kawasan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang. Setelah api berhasil dikendalikan, Perhutani kini bersiap menelusuri penyebab kebakaran.

Administratur Perum Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko mengatakan, penanganan sejak awal difokuskan pada pemadaman hingga proses pendinginan. Langkah berikutnya adalah menganalisis lokasi awal munculnya api untuk mengetahui penyebab kebakaran.

“Penanganan lebih lanjut, kami akan mencoba analisis dari titik awal kebakaran. Dari temuan kami di sana, nanti akan kami analisis penyebab pastinya,” ujarnya, Jumat (11/9).

Tidak Ada Lagi Titik Api

Titik api pertama kali muncul pada 1 September di Petak 100, dekat Pos 3. Api sempat berhasil dipadamkan pada hari yang sama. Namun, tiga hari kemudian, kebakaran kembali muncul setelah angin kencang memicu munculnya titik api baru.

Baca Juga: Karhutla Gunung Butak, Ratusan Pendaki Dievakuasi hingga Warga NU Turun Tangan Padamkan Api

Upaya pemadaman manual oleh tim gabungan sempat dihentikan pada 4 September sekitar pukul 15.00. Kondisi medan dan cuaca membuat petugas kesulitan melanjutkan pemadaman secara langsung.

Pemadaman kemudian dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur untuk menggunakan metode water bombing pada 5 September. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya mampu memadamkan api.

Tim gabungan selanjutnya kembali melakukan pemadaman secara manual pada 6–7 September. Setelah rangkaian penanganan tersebut, api di kawasan Gunung Butak berhasil dikendalikan.

Api Merambat hingga Kawinajang

Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 350 hektare kawasan hutan. Area terdampak mencakup kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawinajang.

Baca Juga: Perhutani Segera Lakukan Pemulihan Kawasan Hutan Gunung Butak dan Kawinajang

Pergerakan api bermula dari kawasan Butak yang kemudian bergerak ke arah barat daya hingga menjalar ke wilayah Kawinajang. Kondisi angin turut membuat penyebaran api semakin sulit dikendalikan.

Kini, setelah tidak ditemukan lagi titik api, perhatian Perhutani beralih pada penelusuran lokasi awal kebakaran. Analisis tersebut akan dilakukan berdasarkan temuan di lapangan untuk mengetahui penyebab pasti karhutla.

Hasil penelusuran nantinya menjadi bagian dari evaluasi penanganan kebakaran sekaligus dasar untuk menentukan langkah lanjutan di kawasan yang terdampak.

Editor : Aditya Novrian
Perhutani KPH Malang karhutla Gunung Butak water bombing Gunung Kawinajang kebakaran hutan Malang