BATU, RADAR BATU - Dana Desa (DD) 2026 Kota Batu sebesar Rp 7,03 miliar telah cair 100 persen. Namun, alokasi menurun hingga Rp 1,4-1,5 miliar per desa. Hal itu membuat ruang pembangunan fisik desa tahun ini tertekan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Keuangan pada situs resmi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, total DD Kota Batu mencapai Rp 7,03 miliar. Dana tersebut telah disalurkan ke seluruh desa.
Mengacu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026, mayoritas desa mendapat Rp 373,46 juta. Sedangkan, Desa Sumbergondo Rp 333,30 juta, Sumberbrantas Rp 362,37 juta, Tlekung Rp 363,91 juta, dan Mojorejo Rp 368,89 juta.
Baca Juga: Kawah Ijen Padam setelah Enam Hari, Fokus Karhutla Jatim Bergeser ke Gunung Butak - Radar Batu
Dana tersebut diarahkan untuk sejumlah program. Di antaranya penanganan kemiskinan ekstrem, ketahanan iklim dan bencana, kesehatan desa, ketahanan pangan, infrastruktur, digitalisasi desa, serta dukungan implementasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Kepala Desa Tulungrejo Suliono membenarkan bila DD sebesar Rp 373,46 juta telah cair seluruhnya. Namun, realisasinya baru sekitar 45 persen. Pencairan dilakukan bertahap hingga Desember.
“Kami membuat plot anggaran per bulan. Misalnya untuk pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita dan lansia,” ujarnya. Menurut dia, penurunan alokasi dari sekitar Rp 1,5 miliar pada 2025 membuat desa tak bisa mengalokasikan DD untuk pembangunan fisik.
Baca Juga: Speaker Freaker, Lagu Baru dari Girlgroup No Na yang Akan Rilis Hari Ini - Radar Batu
Mayoritas dana diarahkan ke bidang kesehatan sebesar Rp 280,13 juta. Anggaran itu antara lain untuk penanganan stunting melalui PMT. Kemudian, Rp 63 juta untuk pendidikan, Rp 21,60 juta untuk bantuan langsung tunai (BLT), dan Rp 8,73 juta untuk pemerintahan.
Kepala Desa Beji Deny Cahyono juga menyebut DD Rp 373,46 juta sudah masuk kas desa. Hingga bulan ini, serapan mencapai sekitar 60 persen. “Bulan ini sudah terserap sekitar 60 persen. Realisasinya kami lakukan bertahap dan pasti bisa terserap 100 persen,” ujarnya.
Tahun sebelumnya, dia mengaku menerima Rp 1,4 miliar dan bisa terserap. Apalagi tahun ini yang alokasinya turun. Di Beji, DD dialokasikan untuk BLT bagi 10 penerima. Masing-masing menerima Rp 300 ribu per bulan sehingga totalnya Rp 36 juta setahun.
Selain itu, 20 persen DD digunakan untuk ketahanan pangan. Sebanyak 30 persen dialokasikan untuk penanganan stunting melalui PMT. Sisanya digunakan untuk pembangunan ekonomi dan fisik.
Editor : Fajar Andre Setiawan