BATU, RADAR BATU - Sebanyak 350 hektare kawasan hutan Gunung Butak dan Gunung Kawinajang hangus terbakar. Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang kini sedang menyiapkan pemulihan. Di antaranya dengan menaburkan benih dalam waktu dekat.
Administratur Perum Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko mengatakan, penaburan benih menjadi tahap awal pemulihan kawasan terdampak. Penanaman pohon akan dilakukan saat memasuki musim penghujan dengan melibatkan berbagai pihak.
“Ketika memasuki musim penghujan nanti, kami bakal melakukan penanaman dengan melibatkan para stakeholder,” ujarnya kemarin (9/9). Kelik mengatakan, luasan area yang akan ditebar benih masih dipetakan.
Baca Juga: Kawah Ijen Padam setelah Enam Hari, Fokus Karhutla Jatim Bergeser ke Gunung Butak - Radar Batu
Perhutani juga menyiapkan ketersediaan benih dan pihak yang akan terlibat dalam pemulihan. Benih yang dipilih antara lain asam, kesambi, dan jenis pohon rimba lain yang sesuai untuk kawasan hutan lindung.
Pemulihan juga akan melibatkan komunitas dan pemerhati lingkungan. Perhutani membuka peluang pengumpulan bibit hingga donasi untuk mempercepat pemulihan kawasan hutan. Sebagai informasi, kebakaran hutan dan lahan di Gunung Butak mulai terjadi 1 September.
Api sempat dinyatakan padam pada hari yang sama. Namun, api kembali muncul pada 4 September akibat angin kencang. Pemadaman manual tim gabungan sempat dihentikan karena medan dan kondisi tidak memungkinkan.
Upaya water bombing pada 5 September juga belum mampu memadamkan seluruh titik api. Pemadaman manual dilanjutkan pada 6-7 September. Api akhirnya berhasil dikendalikan setelah membakar sekitar 350 hektare kawasan Gunung Butak hingga Gunung Kawinajang.
Editor : Fajar Andre Setiawan