Kawah Ijen Padam setelah Enam Hari, Fokus Karhutla Jatim Bergeser ke Gunung Butak

Aditya Novrian • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 16:17 WIB
PEMADAMAN: Karhutla di Gunung Butak sudah padam, tetapi masih ada sisa-sisa bara api di batang pohon. (POLRES BATU FOR RADAR BATU)
PEMADAMAN: Karhutla di Gunung Butak sudah padam, tetapi masih ada sisa-sisa bara api di batang pohon. (POLRES BATU FOR RADAR BATU)

MALANG, RADAR BATU – Kebakaran di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen akhirnya padam setelah enam hari penanganan. Sebanyak 18 kali water bombing dengan total 18 ribu liter air berhasil memadamkan seluruh titik api pada Selasa (8/9) malam. Meski api telah padam, petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya bara tersembunyi.

Penanganan kebakaran Kawah Ijen tersebut menjadi kabar baik di tengah meluasnya karhutla di Jawa Timur. Sebab, setelah api di Ijen berhasil dijinakkan, konsentrasi penanganan kini dialihkan ke Gunung Butak yang masih terbakar dan dilaporkan meluas hingga wilayah perbatasan Kabupaten Blitar.

18 Kali Water Bombing Padamkan Api Kawah Ijen

Sebanyak 18 kali water bombing menjadi salah satu metode utama yang digunakan untuk memadamkan kebakaran di kawasan Kawah Ijen. Total sekitar 18 ribu liter air dijatuhkan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani melalui jalur darat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan, seluruh titik api di kawasan Kawah Ijen telah padam pada Selasa (8/9) malam. Kendati demikian, penanganan belum sepenuhnya dihentikan.

Baca Juga: Water Bombing Gagal, 150 Personel Padamkan Kebakaran di Gunung Butak

"Water bombing di sana (Kawah Ijen) dilakukan sebanyak 18 kali. Yakni, 18 ribu liter air berhasil memadamkan seluruh kobaran api," kata Satriyo, kemarin (9/9).

Tim gabungan yang berada di jalur darat masih disiagakan untuk melakukan penyisiran sekaligus pembasahan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Lebih dari 300 Hektare Gunung Butak Terbakar

Setelah Kawah Ijen padam, Gunung Butak menjadi fokus utama penanganan karhutla di Jawa Timur. Kebakaran di kawasan tersebut terdeteksi sejak Jumat (4/9) dan terus meluas hingga merembet ke kawasan perbatasan Kabupaten Blitar, tepatnya wilayah Krisik.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari 300 hektare. Kondisi medan menjadi tantangan utama bagi petugas karena sebagian kawasan berada di lereng terjal yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Baca Juga: Karhutla Gunung Butak Merambat ke Kawinajang, Tim Gabungan Dikerahkan

Untuk mempercepat penanganan, helikopter yang sebelumnya digunakan dalam operasi pemadaman di Kawah Ijen langsung digeser ke Gunung Buthak pada Rabu (9/9). Armada udara tersebut mulai digunakan untuk operasi water bombing di kawasan yang sulit dijangkau petugas.

"Lereng yang sangat terjal menjadi kendala utama. Pemadaman manual lewat jalur darat belum bisa maksimal. Karena itu, intervensi udara lewat water bombing menjadi solusi paling tepat," ujarnya.

Selain pengerahan helikopter, tim gabungan menggunakan drone untuk memetakan titik api. Pemantauan visual secara berkala dari pos lapangan juga dilakukan untuk menentukan perkembangan kebakaran dan menyesuaikan langkah penanganan dengan kondisi medan.

Dengan padamnya api di Kawah Ijen, pengawasan di kawasan tersebut tetap dilanjutkan. Sementara itu, upaya pemadaman di Gunung Butak kini menjadi prioritas untuk mencegah kobaran api semakin meluas.

Editor : Aditya Novrian
water bombing kebakaran Kawah Ijen karhutla Jawa Timur kebakaran Blitar Gunung Buthak