BATU, RADAR BATU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Butak dinyatakan padam pada Senin (7/9) sore. Namun, api kemudian bergerak ke arah barat daya dan merambat menuju kawasan Gunung Kawinajang. Tim gabungan kini dikerahkan untuk mengendalikan titik api yang berada di kawasan tersebut.
Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang Kelik Djatmiko mengatakan, pergerakan api menuju Kawinajang terpantau sejak Senin sore. Kawasan tersebut masih berada dalam wilayah hutan KPH Malang.
Api Bergerak ke Arah Kawinajang
Api dari kawasan Gunung Butak bergerak ke arah barat daya menuju Gunung Kawinajang. Kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran kini bergeser dari lokasi awal ke kawasan hutan yang berada di sekitar Kawinajang.
“Sejak hari itu, api bergerak ke arah barat daya dari Gunung Butak ke Gunung Kawinajang,” ucap Kelik, Selasa (8/9).
Baca Juga: Gunung Butak Membara, Perhutani Pasang Sekat Bakar
Kelik menjelaskan, pihaknya mulai menyiapkan posko pengendalian di Desa Pujon bagian selatan. Posko tersebut menjadi salah satu titik koordinasi tim dalam memantau sekaligus menangani pergerakan api.
“Hari ini (Selasa, 8/9), kami membuat posko di Desa Pujon bagian selatan,” imbuhnya.
Sekitar 100 Personel Dikerahkan
Pengendalian kebakaran melibatkan sekitar 100 personel gabungan. Mereka berasal dari Polres Malang, Kodim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), masyarakat peduli api, serta relawan.
“Personel yang diturunkan kurang lebih 100 orang,” kata Kelik.
Baca Juga: Pemadaman Kebakaran Gunung Butak Terkendala Angin Kencang dan Medan Curam
Tim gabungan akan membuka jalur menuju titik api. Selain mempermudah akses personel, langkah tersebut dilakukan untuk mendukung upaya pelokalisasian kebakaran agar tidak semakin meluas.
Petugas juga akan membuat sekat bakar di sejumlah titik. Sekat tersebut diharapkan dapat membatasi pergerakan api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke kawasan hutan lainnya.
Kebakaran Sempat Padam, Bara Kembali Muncul
Karhutla Gunung Butak pertama kali dilaporkan pada Selasa (1/9) pagi. Kebakaran sempat dinyatakan padam pada sore hari setelah tim melakukan pemadaman secara manual.
Namun, titik api kembali muncul pada Jumat (4/9). Lokasinya berada di kawasan Petak 100, tidak jauh dari Pos 3. Pemadaman kemudian dilakukan kembali dengan berbagai metode.
Baca Juga: 271 Pendaki Gunung Butak Kota Batu Berhasil Dievakuasi
Selain pemadaman manual, bantuan water bombing juga dikerahkan pada Sabtu (5/9). Upaya tersebut terus dilakukan hingga Senin (7/9) sore, ketika kebakaran di kawasan Gunung Butak dinyatakan padam.
Meski demikian, masih terdapat sisa bara api di sejumlah lokasi. Pergerakan api menuju Gunung Kawinajang membuat tim gabungan harus kembali melakukan pengendalian untuk mencegah kebakaran meluas di kawasan hutan KPH Malang.
Editor : Aditya Novrian