MALANG, RADAR BATU – Forum Desa Wisata (Fordewi) Kota Batu menggelar Festival Nyusu Bareng 2026 di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mengangkat potensi peternakan sapi perah dan produk olahan susu sebagai daya tarik wisata unggulan.
Festival ini menghadirkan 1.000 cangkir susu segar gratis bagi pengunjung, sekaligus mempromosikan potensi wisata susu dan produk UMKM lokal. Dusun Brau dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi perah terbesar di wilayah terpencil Kota Batu, dengan jumlah populasi sapi bahkan melebihi jumlah penduduknya sendiri.
Selama berada di Dusun Brau, pengunjung diajak merasakan pengalaman langsung kehidupan masyarakat setempat, termasuk belajar memerah susu dan mengenal cara merawat sapi bersama para peternak. Konsep ini menjadikan wisata susu Brau tidak sekadar menjual produk, melainkan turut menawarkan pengalaman edukatif secara langsung kepada wisatawan.
Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, mengapresiasi langkah para penggiat desa wisata dalam mengembangkan potensi lokal menjadi daya tarik wisata baru. Ia menilai konsep Festival Nyusu Bareng dapat dikemas dengan unsur edukasi, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai dunia peternakan dan pengolahan susu.
Konsep live-in yang ditawarkan turut membuka peluang ekonomi tambahan bagi warga setempat, rumah warga berpotensi menjadi tempat menginap, sementara peternak, pelaku UMKM, pelaku kuliner, hingga pengelola wisata dapat terlibat dalam satu rantai ekonomi yang saling menguntungkan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu sebelumnya menegaskan festival semacam ini menjadi bagian dari upaya menjadikan Dusun Brau sebagai ikon wisata baru Kota Batu, khususnya dalam mendorong pertumbuhan desa-desa wisata lain di wilayah tersebut. Khamim berharap dukungan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata, dapat memperkuat pengembangan Dusun Brau sebagai destinasi wisata berbasis komunitas yang berkelanjutan, tidak hanya ramai saat festival berlangsung, melainkan menjadi paket wisata susu yang dapat dinikmati sepanjang tahun.
Editor : Aditya NovrianSumber : Dikutip dari Berbagai Sumber