50 Tenant Ramaikan Pameran Anggrek Nasional di Balai Kota Among Tani Batu

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 16:00 WIB
PAMERAN: Pencinta anggrek melihat-lihat koleksi di pameran anggrek nasional di Balai Kota Among Tani kemarin (4/9). (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
PAMERAN: Pencinta anggrek melihat-lihat koleksi di pameran anggrek nasional di Balai Kota Among Tani kemarin (4/9). (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Sekitar 50 tenant meramaikan pameran anggrek di Balai Kota Among Tani kemarin (4/9). Ribuan koleksi anggrek dari berbagai varietas dipajang. Harganya mulai Rp 15 ribu hingga Rp 500 ribu. Pameran tersebut juga menjadi ruang bertemunya komunitas dan pencinta anggrek.

Salah satu peserta, Owner Nawi Orchid Singosari Iwan Irawanto membawa sekitar 2.000 anggrek. Koleksinya meliputi dendrobium, cattleya, oncidium, epidendrum, hingga catasetum. “Semua varietas peminatnya sama rata dan memiliki pelanggan sendiri-sendiri,” kata Iwan.

Selain melalui pameran, anggrek tersebut dipasarkan lewat media sosial. Pembelinya berasal dari berbagai daerah. Mulai dari Malang Raya hingga luar Jawa. Harga disesuaikan dengan jenis dan ukuran tanaman.

Baca Juga: Sebelum Nonton Avengers: Doomsday, Ini Urutan Wajib Tonton X-Men dan MCU - Radar Batu

“Contohnya untuk dendrobium yang sudah berbunga dengan tinggi sekitar satu meter, kami beri harga Rp 200.000,” ucap pria asal Tumapel, Singosari, itu. Menurut Iwan, pameran tidak hanya menjadi kesempatan mencari pelanggan baru. Ajang tersebut juga dimanfaatkan untuk bertemu langsung dengan sesama penggemar anggrek.

Selain beragam varietas, pameran menghadirkan produk pendukung perawatan tanaman hias. Salah satunya dari anggota Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Banyuwangi, Budiono. Dia membawa sekitar 150 pot anggrek. Namun, produk yang ditawarkan lebih banyak berupa perlengkapan pendukung perawatan tanaman.

“Kami membawa sekitar 150 pot anggrek yang dipajang di stan dan display. Selain bunga, kami lebih banyak membawa pernak-pernik pendukung,” ucap Budiono. Perlengkapan yang dibawa meliputi pot kayu, papan pakis, pot plastik, cacah pinus, cacah pakis, moss hitam dan putih, hingga kayu fosil untuk tanaman tillandsia. Inovasi pupuk organik berbahan cangkang telur juga diperkenalkan kepada pengunjung.

Editor : Fajar Andre Setiawan
pameran balai kota among tani anggrek tanaman hias