Pelapor Dugaan Penipuan Lapak Pasar Laron, Alun-Alun Kota Batu Bertambah

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 17:05 WIB
TERUS DISELIDIKI: Lapak di Pasar Kuliner Alun-Alun Kota Batu masih sepi dan belum beroperasi beberapa waktu lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
TERUS DISELIDIKI: Lapak di Pasar Kuliner Alun-Alun Kota Batu masih sepi dan belum beroperasi beberapa waktu lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Laporan dugaan penipuan dan penggelapan jual beli lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Laron, Alun-Alun Kota Batu, bertambah. Dua pedagang kembali melapor ke Polres Batu pada Rabu lalu (2/9). Kini total pelapor resmi mencapai tiga orang.

Kasat Reskrim Polres Batu Ajun Komisaris Polisi (AKP) Zaenal Arifin membenarkan adanya laporan tambahan tersebut. Dia mengaku laporan masih didalami penyidik. “Iya, ada tambahan laporan masuk. Saat ini sedang didalami penyidik,” ungkap Zaenal.

Dua pelapor baru tersebut datang ke Mapolres Batu didampingi penasihat hukum Bagas Dwi Wicaksono. Sebelumnya, pelapor pertama berinisial D telah melayangkan laporan pada pertengahan Juli. Pihak D juga menjalani pemeriksaan awal pada Agustus.

Baca Juga: Prediksi Cuaca Kota Batu Hari Ini, 4 September 2026. Pagi Berkabut dan Malam Berpotensi Hujan Ringan - Radar Batu

Bagas mengatakan, para korban tertarik karena terlapor menawarkan lapak di kawasan Alun-Alun Kota Batu yang ramai pengunjung. Kondisi tersebut dimanfaatkan untuk meyakinkan calon korban. “Jadi pelaku ini memanfaatkan kondisi pengunjung Alun-Alun yang ramai untuk ditawarkan kepada korban,” jelas Bagas.

Pada salah satu kasus, terlapor bahkan mendatangi rumah korban bersama seorang rekannya. Mereka menawarkan slot stan PKL strategis dengan harga Rp 10 juta. Setelah uang diserahkan, baik secara tunai maupun transfer bank, lapak yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi.

Total kerugian materiil dari tiga pelapor diperkirakan mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah. Lapak Pasar Laron sendiri berada di kawasan fasilitas umum (fasum) milik Pemkot Batu. Kasus itu kini masih dalam tahap penyelidikan. Polisi mendalami laporan tambahan untuk mengetahui rangkaian transaksi dan dugaan keterlibatan pihak yang sama. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
Pasar Laron pkl pasar penipuan Lapak