Pengangguran Kota Batu Naik Jadi 5.024 Orang

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi Pengangguran
Ilustrasi Pengangguran

BATU, RADAR BATU - Jumlah pengangguran di Kota Batu justru meningkat meski tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurun. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu mencatat 5.024 orang belum bekerja pada Agustus 2025, naik 357 orang dibandingkan 4.667 orang pada tahun sebelumnya.

Namun, secara persentase TPT turun dari 3,63 persen menjadi 3,53 persen. Kondisi tersebut terjadi karena jumlah penduduk usia kerja dan angkatan kerja ikut meningkat.

Kepala BPS Kota Batu Herlina Prasetyowati Sambodo mengatakan pertumbuhan angkatan kerja menjadi salah satu faktor bertambahnya jumlah pengangguran. Penduduk usia kerja pada Agustus 2025 mencapai 176.927 orang, naik 2.221 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Penertiban PKL Alun-Alun Kota Batu Terkendala Personel - Radar Batu

Pertumbuhan tersebut turut mendorong Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kota Batu menjadi 80,53 persen. Angkanya meningkat cukup tinggi dibandingkan 73,53 persen pada Agustus 2024.

Jumlah angkatan kerja juga melonjak dari 128.470 orang menjadi 142.486 orang. Artinya, semakin banyak penduduk usia kerja yang masuk ke pasar kerja.

Namun, pertumbuhan angkatan kerja tersebut belum sepenuhnya diimbangi kemampuan pasar kerja menyerap tenaga baru.

Baca Juga: IshK Tolaram Eye Center Kembali Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di CFD Mbatu Sae Kota Batu - Radar Batu

“Pertumbuhan jumlah angkatan kerja menjadi salah satu penyebab bertambahnya jumlah penganggur,” ujar Herlina.

Kondisi itu membuat penurunan TPT perlu dibaca secara lebih hati-hati. Secara persentase, tingkat pengangguran memang membaik. Tetapi secara jumlah, warga yang belum bekerja justru bertambah.

Persoalan ketenagakerjaan Kota Batu juga tidak hanya terlihat dari angka pengangguran terbuka. BPS mencatat tingkat setengah pengangguran mencapai 4,62 persen.

Baca Juga: Ormas Kota Batu Galang Dana untuk Korban Gempa Flores, Aksi Berlangsung Sepekan - Radar Batu

Kelompok tersebut sudah tercatat bekerja. Namun, jam kerjanya masih kurang dari 35 jam dalam sepekan.

Dengan demikian, pasar kerja Kota Batu menghadapi persoalan ganda. Jumlah pengangguran bertambah, sementara sebagian pekerja belum memperoleh jam kerja optimal.

Karakter ekonomi Kota Batu yang banyak bergantung pada sektor pariwisata dan jasa turut menjadi tantangan. Kebutuhan tenaga kerja pada sektor tersebut cenderung mengikuti tingkat kunjungan wisatawan.

Editor : Fajar Andre Setiawan
BPS Kota Batu Pengangguran Kota Batu Tingkat Pengangguran Terbuka TPT Kota Batu ketenagakerjaan