BUMIAJI, RADAR BATU – Musim kemarau justru menjadi momentum menguntungkan bagi petani apel di Kota Batu. Cuaca yang cenderung dingin dan minim hujan membuat kualitas buah lebih terjaga sekaligus menekan risiko penyakit tanaman, terutama bagi petani di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.
Kondisi tersebut dirasakan Sukemi, pengelola kebun apel di Desa Tulungrejo. Menurutnya, periode Juni hingga September menjadi salah satu waktu yang baik untuk pemeliharaan tanaman apel karena intensitas hujan relatif rendah.
Kemarau Membantu Petani Menjaga Kualitas Apel
Sukemi mengatakan, cuaca kemarau membuat proses pemeliharaan tanaman apel relatif lebih mudah. Petani cukup melakukan penyiraman sesuai kebutuhan tanpa terlalu khawatir terhadap genangan air yang dapat memicu penyakit.
“Kalau kemarau seperti ini, justru meringankan proses pemeliharaan. Penyiraman bisa secukupnya, tetapi tidak perlu khawatir penyakit,” ujarnya, Selasa (25/8).
Sebaliknya, kondisi tersebut berubah ketika memasuki musim hujan. Curah hujan yang tinggi membuat tanaman lebih rentan terserang hama dan penyakit. Salah satu yang paling dikhawatirkan petani adalah lalat buah.
Baca Juga: Wisata Petik Jeruk di Batu, Alternatif Seru Selain Petik Apel dengan Harga Mulai Rp15 Ribu
“Kalau hujan itu rawan lalat buah. Kalau sudah terkena lalat buah, langsung busuk dan harus dibuang,” kata Sukemi.
Selain buah, bunga apel juga rentan terganggu saat intensitas hujan tinggi. Bunga yang terlalu sering terkena air hujan berpotensi tidak berkembang dengan baik sehingga dapat memengaruhi hasil panen.
Kebun 990 Meter Persegi Diprediksi Hasilkan 3 Ton Apel
Untuk menjaga kualitas buah, petani tetap melakukan pencegahan meski kondisi cuaca saat ini cukup mendukung. Salah satunya dengan membungkus buah yang masih berada di pohon menggunakan kertas.
Di lahan seluas 990 meter persegi tersebut, Sukemi memperkirakan produksi apel pada musim panen mendatang bisa mencapai sekitar 3 ton. Perawatan tanaman dilakukan secara rutin agar buah yang dihasilkan memiliki kualitas yang tetap baik.
Baca Juga: Musim Kemarau Pangkas Separo Biaya Perawatan Apel
Hasil panen dari kebun tersebut juga tidak hanya menyasar pasar lokal. Apel secara rutin dikirim ke sejumlah kota besar di luar Malang Raya, termasuk Jakarta, Bandung, hingga Bali.
Dengan kondisi cuaca yang mendukung, petani berharap kualitas dan hasil produksi apel tetap terjaga hingga memasuki masa panen. Bagi petani, kemarau bukan sekadar musim kering, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghasilkan apel berkualitas.
Editor : Aditya Novrian