Kemarau Panjang, Kekeringan Mengancam Kota Batu hingga November

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:00 WIB
WASPADA KEKERINGAN: Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang dan Kering dari Tahun Sebelumnya. (Sumber: Istimewa)
WASPADA KEKERINGAN: Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang dan Kering dari Tahun Sebelumnya. (Sumber: Istimewa)

BATU, RADAR BATU - Kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dibanding tahun sebelumnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan di sebagian besar wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Batu, sangat rendah yakni sekitar 0-20 milimeter (mm).

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Linda Fitrotul mengatakan kondisi tersebut diprediksi berlangsung hingga tiga bulan ke depan. Khusus wilayah Malang Raya, kemarau diperkirakan baru berakhir pada November mendatang.

“Periode kemarau berbeda-beda di setiap wilayah. Sedangkan untuk wilayah Malang Raya diprediksi sampai November,” ujar Linda. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang terjadi tahun ini.

Baca Juga: Empat Desa di Kota Batu Digerojok BKK hingga Rp 1 Miliar - Radar Batu

Berbeda dengan 2024 dan 2025 yang masih mengalami hujan meski memasuki musim kemarau. “Berdasarkan pemantauan terbaru BMKG, El Nino diprediksi masih bertahan hingga awal 2027 dan saat ini menunjukkan penguatan,” katanya.

Fenomena tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Gatot Noegroho mengatakan dampak kekeringan sejauh ini belum mengganggu kebutuhan air rumah tangga.

Baca Juga: Produksi Kentang Kota Batu Naik, Sumberbrantas Diklaim Jadi Salah Satu Sentra Terbaik di Jatim - Radar Batu

Namun, sektor pertanian perlu mendapat perhatian. Sebab, sumber air irigasi berpotensi mengering jika suhu tinggi berlangsung terus-menerus. “Dampak kekeringan tidak langsung ke orang atau jiwanya. Namun, pernah terjadi kekeringan di lahan pertanian,” kata Gatot.

Selain kekeringan lahan, karhutla juga menjadi ancaman. Sebelumnya, kebakaran terjadi di lereng Gunung Arjuno dan Welirang. Pada Juli 2026, kebakaran lahan juga terjadi di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. Namun, berhasil segera dipadamkan.

Editor : Fajar Andre Setiawan
el nino kekeringan Musim kemarau bmkg karhutla