BATU, RADAR BATU - Empat desa di Kota Batu diproyeksikan menerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) masing-masing hingga Rp 1 miliar. Dana itu diarahkan untuk pembangunan fasilitas publik, pengembangan potensi kawasan, dan sarana olahraga. Namun, pencairannya mensyaratkan kesiapan proposal dan perencanaan teknis dari pemerintah desa.
Empat desa itu meliputi Torongrejo, Junrejo, Oro-Oro Ombo, dan Sidomulyo. Skema tersebut menjadi upaya Pemkot Batu menajamkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kebutuhan spesifik di desa. Besaran bantuan tidak disamaratakan. Namun, menyesuaikan kebutuhan dan hasil kajian lapangan.
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan BKK diterbitkan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota. Bantuan diberikan untuk kebutuhan konkret dan spesifik di masing-masing desa. “Kami secara khusus menerbitkan SK bantuan bernilai tertentu kepada desa untuk tujuan yang sangat konkret dan spesifik,” ujarnya.
Pencairan BKK juga berbasis pengajuan proposal dari pemerintah desa. Langkah tersebut dilakukan agar desa benar-benar siap mengelola anggaran dan mencegah proyek mangkrak. “Kalau kita dropping begitu saja tanpa kesiapan desanya, nanti justru timbul masalah. Maka dari itu, kami mendorong pemdes bersiap menyusun perencanaannya,” terangnya.
Salah satu contohnya di Desa Torongrejo. Alokasi Rp 1 miliar diarahkan untuk menambah fasilitas penunjang lapangan sepak bola. Termasuk pemasangan jaring pembatas untuk mengamankan permukiman sekitar.
Besaran bantuan untuk desa lainnya masih menyesuaikan kebutuhan masing-masing. Sementara desa yang belum siap akan mendapat pendampingan penyusunan perencanaan teknis untuk pengajuan pada tahap berikutnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan