BATU, RADAR BATU – Puluhan massa Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Malang Raya mendatangi Balai Kota Among Tani, Jumat (21/8). Mereka mempertanyakan belum beroperasinya gate parkir atau sistem e-parking di kawasan Alun-Alun Kota Batu serta meminta Pemkot Batu memberikan penjelasan terbuka mengenai pengelolaannya.
Aksi tersebut menjadi bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan pengelolaan fasilitas publik. GRIB Jaya menilai belum optimalnya pemanfaatan gate parkir perlu segera dievaluasi, terutama terkait alasan sistem tersebut belum digunakan secara maksimal.
GRIB Jaya Pertanyakan Gate Parkir Belum Beroperasi
GRIB Jaya mempertanyakan alasan gate parkir di kawasan Alun-Alun Kota Batu belum dimanfaatkan. Mereka meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu memberikan kejelasan mengenai kendala yang membuat sistem e-parking belum berjalan.
Koordinator Wilayah GRIB Jaya Malang Raya Damanhury Jab mengatakan, pihaknya menyoroti dugaan kelalaian dan pembiaran terhadap prosedur pengelolaan e-parking.
Baca Juga: Kenapa APBD Kota Batu 2027 Mulai Fokus ke Desa? Ini Program yang Disiapkan Pemkot
“Apa alasan di balik belum dimanfaatkannya gate parkir sampai hari ini?” tegas Damanhury.
Menurut dia, pihaknya menerima informasi mengenai sejumlah alasan teknis yang disampaikan Dishub Kota Batu. Salah satunya berkaitan dengan kesiapan teknologi pada perangkat gate parkir.
Namun, GRIB Jaya meminta alasan tersebut dijelaskan secara transparan, termasuk mengenai target waktu pengoperasian fasilitas tersebut.
Minta Pemkot Batu Evaluasi Pengelolaan Parkir
GRIB Jaya mendesak Pemkot Batu melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan parkir elektronik di kawasan Alun-Alun. Evaluasi dinilai penting agar fasilitas yang telah disiapkan untuk mendukung tata kelola parkir tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Dishub Kota Batu Usulkan CCTV di Titik Parkir, Jukir Nakal Bakal Lebih Mudah Ditindak
Damanhury juga meminta pemerintah mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam pengelolaan parkir di kawasan tersebut.
“Jangan sampai premanisme di kawasan Alun-Alun mencederai uang pajak yang sudah dibayarkan masyarakat,” ujarnya.
Aksi tersebut juga menyoroti pentingnya pengelolaan fasilitas publik secara transparan. GRIB Jaya berharap pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur digitalisasi parkir, tetapi juga memastikan sistem tersebut dapat berfungsi sesuai tujuan awal.
Gate Parkir Diminta Segera Diberi Kepastian
Massa aksi meminta Pemkot Batu memberikan jawaban konkret mengenai keberadaan dan pengoperasian gate parkir Alun-Alun. Kepastian tersebut mencakup kendala yang dihadapi, pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan, serta kapan sistem e-parking dapat benar-benar digunakan.
GRIB Jaya menilai, tanpa kejelasan dan pembenahan menyeluruh, fasilitas tersebut berpotensi tidak memberikan manfaat optimal bagi tata kelola parkir di pusat Kota Batu.
Baca Juga: Dishub Kota Batu Kekurangan Pengawas, 20 Petugas Awasi 380 Juru Parkir
Aksi di Balai Kota Among Tani tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Pemkot Batu untuk mengevaluasi pengelolaan parkir sekaligus memberikan informasi yang terbuka kepada masyarakat.
Catatan redaksi: Pernyataan mengenai dugaan kelalaian, pembiaran, dan premanisme dalam berita ini merupakan tudingan dari pihak GRIB Jaya dan belum merupakan kesimpulan hukum. Konfirmasi dari Pemkot Batu dan Dishub Kota Batu perlu ditambahkan apabila telah diperoleh.
Editor : Aditya Novrian