Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Sementara seusai Kebakaran Tahura Raden Soerjo

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:15 WIB
Gerbang masuk Kawasan Tahura R. Soerjo (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
Gerbang masuk Kawasan Tahura R. Soerjo (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

BUMIAJI, RADAR BATU – Jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang resmi ditutup sementara mulai 19 Agustus 2026 setelah kebakaran hutan melanda kawasan Tahura Raden Soerjo. Penutupan berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan dengan pertimbangan utama keselamatan pendaki dan pemulihan ekosistem kawasan.

Kebakaran terjadi pada Selasa (18/8) di kawasan Tahura Raden Soerjo, Prigen, Kabupaten Pasuruan, yang berada di kawasan perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Malang. BPBD Jawa Timur mendeteksi sedikitnya tiga titik api utama di area Pondokan, jalur pendakian via Pecalukan, Kabupaten Pasuruan.

Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup Tanpa Batas Waktu

Penutupan seluruh aktivitas pendakian dilakukan mulai 19 Agustus 2026 dan belum ditentukan kapan akan berakhir. Kebijakan tersebut disampaikan Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini melalui pengumuman resmi Nomor 500.4.6.10/1276/123.7.2/2026.

Baca Juga: APBD 2027 Didorong Fokus ke Desa, Beasiswa 1.000 Sarjana hingga Pertanian Tetap Diprioritaskan

“Sehubungan dengan adanya kebakaran hutan pada 18 Agustus 2026, maka mulai 19 Agustus 2026, seluruh aktivitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup sementara,” kata Agustiningtyas.

Menurut dia, keselamatan pendaki sekaligus pemulihan ekosistem menjadi pertimbangan utama penutupan jalur.

“Penutupan jalur pendakian sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” imbuhnya.

Dengan kebijakan tersebut, seluruh aktivitas pendakian menuju Gunung Arjuno dan Gunung Welirang untuk sementara tidak diperbolehkan sampai ada keputusan pembukaan kembali dari pengelola Tahura Raden Soerjo.

Baca Juga: Rekomendasi Spa dan Pijat Murah di Kota Batu, Mulai Rp45 Ribu Cocok buat Mahasiswa

Pendaki Bisa Reschedule Tiket hingga Satu Tahun

Pendaki yang sebelumnya telah memiliki tiket dan terdampak penutupan dapat melakukan penjadwalan ulang setelah jalur kembali dibuka. Proses reschedule dilakukan dengan menghubungi admin dan memilih tanggal pendakian baru selama kuota masih tersedia.

Pendaki perlu mencantumkan sejumlah data saat mengajukan penjadwalan ulang. Data tersebut meliputi nama dan kontak ketua rombongan, nomor invoice, jumlah anggota, tanggal naik sesuai tiket, serta tanggal

Editor : Aditya Novrian
pendakian arjuno welirang