BATU, RADAR BATU - Pengerjaan preservasi Simpang Empat Patih sempat mengalami deviasi progres fisik. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu memastikan selisih progres tak akan memengaruhi target penyelesaian proyek senilai Rp 6 miliar lebih itu.
Kepala DPUPR Kota Batu Esty Dwiastuti mengatakan deviasi terjadi akibat penyesuaian kondisi sosial di lapangan. Salah satunya karena adanya kegiatan masyarakat dan tingginya kunjungan wisatawan saat libur sekolah.
“Karena kemarin ada kegiatan pertunjukan bantengan, kami berhenti dulu,” ujarnya. Lebih lanjut Esty mengatakan saat awal pengerjaan juga bertepatan dengan momen libur sekolah. Hal itu membuat wisatawan banyak yang datang. Dia khawatir kunjungan akan mengganggu.
Baca Juga: Museum Angkut Rawat Ratusan Koleksi Kendaraan Antik di Lahan 3,8 Hektar - Radar Batu
Menurut Esty, penghentian sementara tersebut dilakukan untuk menghormati kegiatan masyarakat. Tidak hanya itu, langkah tersebut juga untuk menjaga kenyamanan wisatawan. Kondisi itu kemudian membuat ritme pengerjaan di lapangan harus disesuaikan.
Kendati sempat mengalami deviasi, Esty menampik kemungkinan proyek molor hingga satu atau dua bulan. Pihaknya optimistis seluruh pekerjaan dapat dituntaskan sebelum berakhirnya tahun anggaran 2026.
“Oh, tidak mungkin (molor 1-2 bulan). Kalau sampai dua bulan berarti melampaui akhir tahun anggaran, jadi nggak mungkin,” tegasnya. Secara keseluruhan, proyek preservasi tersebut memiliki durasi pengerjaan 150 hari kalender.
Baca Juga: Rekomendasi Spa dan Pijat Murah di Kota Batu, Mulai Rp45 Ribu Cocok buat Mahasiswa - Radar Batu
Sementara pengerjaan jalan beton rigid di Jalan Hasanudin sepanjang 120 meter ditargetkan berlangsung sekitar 60 hari. Tahapan pekerjaan meliputi pengerukan, pemasangan pembesian, hingga proses pengeringan beton.
Khusus pengeringan beton, dibutuhkan waktu sekitar 28 hari sebelum ruas tersebut dapat digunakan secara optimal. Esty menegaskan, proyek tersebut ditargetkan rampung maksimal Desember mendatang.
Dia pun terus memantau progres pekerjaan. Tujuannya untuk memastikan pelaksanaan tetap sesuai jadwal. Untuk menjaga komunikasi dengan masyarakat, DPUPR memanfaatkan media sosial sebagai sarana menerima masukan dan keluhan pengguna jalan.
Setiap laporan yang masuk akan menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan. “Apapun keluhan dari masyarakat biasanya langsung kami respons dan tanggapi sebagai bahan evaluasi pengerjaan di lapangan,” pungkasnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan