Kenapa APBD Kota Batu 2027 Mulai Fokus ke Desa? Ini Program yang Disiapkan Pemkot

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:30 WIB
SAMPAIKAN MATERI: Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan materi pada Rapat Paripurna Jawaban Wali Kota atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda tentang APBD 2026 di Kantor DPRD Kota Batu kem
SAMPAIKAN MATERI: Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan materi pada Rapat Paripurna Jawaban Wali Kota atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda tentang APBD 2026 di Kantor DPRD Kota Batu.

BATU, RADAR BATU - Pemerintah Kota Batu mulai mengubah arah intervensi belanja daerah pada 2027. Jika pembangunan sebelumnya banyak dipandang dari skala kota, kini anggaran akan lebih spesifik menyasar desa dan kelurahan.

Ada alasan di balik kebijakan tersebut. Ruang fiskal Kota Batu semakin terbatas sehingga pemerintah dituntut memilih program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan belanja daerah harus diarahkan pada kebutuhan yang lebih konkret.

Lantas, apa saja program APBD Kota Batu 2027 yang akan menyasar desa?

Baca Juga: Ramai di X! Negara Buka Donasi untuk Korban Gempa NTT Lewat Kode QR Pada Karnaval di Monas, Masyarakat Pertanyakan Alokasi APBN - Radar Batu

1. Lapangan desa

Salah satu fokus adalah optimalisasi lapangan desa. Pemkot tidak hanya mendorong pembangunan atau penambahan fasilitas. Desa juga diminta menyiapkan konsep pengelolaan agar fasilitas yang dibangun tidak terbengkalai. Dukungan diberikan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

2. BKK berdasarkan kebutuhan

BKK berbeda dengan tambahan ADD.Bantuan tersebut diberikan berdasarkan kebutuhan spesifik desa dan ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Desa mengajukan proposal sekaligus menunjukkan kesiapan pelaksanaan. Desa Torongrejo, misalnya, mendapat alokasi sekitar Rp1 miliar untuk pengembangan fasilitas lapangan.

 

3. Pertanian terintegrasi

Desa Giripurno mendapat intervensi melalui program Smart and Integrated Farming. Program tersebut disiapkan di lahan aset pemerintah seluas 2,8 hektare. Konsepnya tidak hanya menanam tanaman pangan. Program akan mengintegrasikan tanaman pangan, peternakan, perikanan, pengelolaan limbah, hingga edukasi pertanian.

Baca Juga: Rekomendasi Spa dan Pijat Murah di Kota Batu, Mulai Rp45 Ribu Cocok buat Mahasiswa - Radar Batu

4. UMKM dan digitalisasi

Sektor UMKM juga menjadi sasaran. Pemkot menyiapkan intervensi berupa percepatan digitalisasi usaha, sertifikasi produk, dan perluasan akses pasar. Targetnya bukan sekadar meningkatkan jumlah pelaku usaha yang mengikuti pembinaan. Produk lokal juga diharapkan memiliki daya saing dan akses pasar lebih luas.

5. Beasiswa 1.000 Sarjana

Pendidikan tetap menjadi prioritas. Program 1.000 Sarjana ditargetkan menjangkau sedikitnya 600 mahasiswa pada 2027. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang mencapai 273 mahasiswa dan 2026 sebanyak 400 mahasiswa. Anggaran program pada 2026 mencapai Rp5,6 miliar.

Baca Juga: Aktivasi IKD di Kota Batu Masih di Angka 12 Persen - Radar Batu

6. DPMD

Penguatan desa juga direncanakan melalui pembentukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) pada 2027. OPD tersebut akan menjadi penghubung khusus antara pemerintah kota dan pemerintah desa. Dengan kelembagaan tersebut, pengelolaan program desa diharapkan lebih terarah.

Apa tujuan akhirnya?

Nurochman mengatakan pola belanja tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan meningkatkan kualitas SDM. Desa tidak lagi diposisikan hanya sebagai lokasi pelaksanaan program. Pemerintah ingin desa menjadi aktor yang aktif mengembangkan potensi lokal. Dengan ruang fiskal yang terbatas, pendekatan tersebut diharapkan membuat setiap intervensi APBD memiliki manfaat ekonomi dan sosial yang lebih terukur.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Bantuan Keuangan Khusus Program 1000 Sarjana Pembangunan Desa apbd apbd kota batu