BATU, RADAR BATU - Pemerintah Kota Batu mulai menggeser pola intervensi anggaran agar lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Melalui KUA-PPAS 2027, belanja daerah diarahkan lebih spesifik ke desa dan kelurahan.
Dukungan tersebut mencakup fasilitas publik, pertanian, UMKM, hingga pendidikan. Wali Kota Batu Nurochman mengatakan salah satu fokus utama adalah optimalisasi fasilitas yang sudah dimiliki desa.
“Di KUA-PPAS 2027 memang ada penekanan khusus untuk desa. Salah satu fokus utamanya adalah optimalisasi lapangan desa,” ujarnya.
Baca Juga: Aktivasi IKD di Kota Batu Masih di Angka 12 Persen - Radar Batu
Pemkot Batu akan memberikan dukungan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Skema tersebut bukan tambahan Alokasi Dana Desa (ADD). BKK diberikan untuk kebutuhan tertentu berdasarkan pengajuan pemerintah desa.
Pengajuan dilakukan melalui proposal. Desa harus menjelaskan kebutuhan sekaligus memastikan kesiapan pelaksanaan program.
Nurochman mengatakan pemerintah tidak ingin bantuan diberikan tanpa kesiapan teknis. “Kalau hanya sekadar dropping dari Pemkot tapi desanya belum siap, nanti justru timbul masalah. Maka kita dorong desanya bersiap dulu,” tegasnya.
Baca Juga: 70 Siswa SR Asal Kabupaten Malang Masih Tunggu Lampu Hijau Pusat - Radar Batu
Salah satu penerima dukungan adalah Desa Torongrejo. Desa tersebut mendapat alokasi sekitar Rp1 miliar.
Dana tersebut antara lain digunakan untuk menambah fasilitas pengamanan lapangan. Lokasi fasilitas olahraga itu berdekatan dengan permukiman warga sehingga membutuhkan dukungan keamanan tambahan.
Intervensi juga diarahkan ke sektor pertanian. Di Desa Giripurno, Pemkot Batu menyiapkan program Smart and Integrated Farming di atas aset pemerintah seluas 2,8 hektare.
Baca Juga: Museum Angkut Rawat Ratusan Koleksi Kendaraan Antik di Lahan 3,8 Hektar - Radar Batu
Program tersebut menggabungkan tanaman pangan, peternakan, perikanan, pengelolaan limbah, serta fasilitas percontohan dan edukasi pertanian.
Grand design program masih disiapkan dan ditargetkan mulai masuk tahap fisik pada 2027. Sementara Desa Sidomulyo akan mengoptimalkan potensi wisata dan UMKM. Salah satu fokusnya adalah kawasan florikultura yang menjadi karakter ekonomi desa.
Kepala Desa Sidomulyo Subandri mengatakan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah stimulus untuk meningkatkan daya tarik kawasan tersebut.
Baca Juga: Rekomendasi Spa dan Pijat Murah di Kota Batu, Mulai Rp45 Ribu Cocok buat Mahasiswa - Radar Batu
“Kami tengah mempersiapkan beberapa stimulus untuk meningkatkan daya tarik wisata, khususnya bagi kawasan florikultura,” katanya.
Penguatan kelembagaan desa juga direncanakan melalui pembentukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) pada 2027.
Baca Juga: Dipanggil Kejari, Ketua KONI Kota Batu: Kami Ikuti Proses - Radar Batu
OPD baru tersebut diproyeksikan menjadi penghubung khusus antara Pemkot Batu dan pemerintah desa.
Dengan pola tersebut, pemerintah ingin desa tidak hanya menjadi penerima anggaran. Desa juga didorong menjadi pelaksana aktif dalam mengembangkan potensi wilayahnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan