Bendera Raksasa Membentang di Lereng Gunung Panderman

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:00 WIB
HUT KE-81 RI: Sejumlah anggota pencinta alam berbondong-bondong membawa bendera untuk dibentangkan di lereng Gunung Panderman kemarin (17/8). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
HUT KE-81 RI: Sejumlah anggota pencinta alam berbondong-bondong membawa bendera untuk dibentangkan di lereng Gunung Panderman kemarin (17/8). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Batu tak hanya berlangsung di ruang pemerintahan. Komunitas pencinta alam turut merayakannya dengan membentangkan bendera merah putih raksasa di lereng Gunung Panderman. Aksi tersebut menjadi tradisi tahunan para pegiat alam terbuka dan kelompok Siswa Pencinta Alam (Sispala).

Bendera dibentangkan di ketinggian sekitar 1.737 meter di atas permukaan laut (mdpl). Anggota Cansabalas Adventure Team Independent Community Mufid Andrianata mengatakan tradisi tersebut sudah dilakukan komunitasnya setiap Agustus. Dahulu, kegiatan diawali dengan kirab bendera dari Alun-Alun Kota Batu hingga puncak Panderman.

“Kalau dulu diawali dengan aksi kirap pengarakan bendera secara bergantian dari Alun-Alun Kota Batu sampai puncak Gunung Panderman. Namun, tahun ini pembentangan dilakukan langsung dari titik lokasi,” ujarnya. Bendera mulai dibentangkan Minggu (16/8) sekitar pukul 12.00. Penurunan rencananya dilakukan hari ini (18/8) pukul 13.00.

Baca Juga: Poki Games Tembus 1 Miliar Sesi Main Per Bulan, Ini Rahasia di Baliknya - Radar Batu

Bendera tersebut berukuran 25x40 meter. Luasnya mencapai 1.000 meter persegi. Menurut pria yang akrab disapa Ata itu, kain tersebut merupakan hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 2012. Awalnya, bendera itu diproyeksikan untuk dikibarkan di Gunung Fuji, Jepang.

Namun, rencana tersebut batal karena kendala regulasi. Bendera kemudian digunakan untuk berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan di Indonesia. “Usia benderanya sendiri sudah hampir 13 tahun. Dulu pernah mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid),” bebernya.

Pembentangan bendera di tebing Panderman bukan perkara mudah. Kontur lereng yang curam serta angin kencang membuat proses pemasangan membutuhkan pengamanan ekstra. Kain bendera juga memiliki material khusus dan bukan berbahan umbul-umbul. Bagian tepinya diperkuat tali webbing dan ditahan menggunakan pasak berukuran besar.

Baca Juga: Produksi Kentang Kota Batu Naik, Sumberbrantas Diklaim Jadi Salah Satu Sentra Terbaik di Jatim - Radar Batu

“Karena penambahan material penguat ini, bobot benderanya yang semula 1,5 kuintal kini membengkak lebih dari dua kali lipat,” jelas Ata. Lokasi pembentangan sengaja dipilih pada jalur khusus yang dibuat komunitas. Jalur tersebut terpisah dari rute pendakian umum. Vegetasi di sekitar tebing juga dinilai belum terlalu rimbun.

Posisi itu membuat bentangan merah putih dapat terlihat dari sejumlah kawasan Kota Batu. Saat cuaca cerah, bendera bahkan bisa terlihat dari Alun-Alun Kota Batu, Jalan Sultan Agung, hingga kawasan Abdul Ghani Atas.

Mufid berharap ada perhatian terhadap keberlangsungan tradisi tersebut. Terutama dukungan berupa bendera baru. “Kami berharap ke depan ada pihak yang tergerak memberikan dukungan untuk peremajaan bendera. Khususnya bendera baru dengan ukuran serupa,” pungkasnya.

Editor : Fajar Andre Setiawan
HUT RI ke-81 Bendera Merah Putih Merah Putih Raksasa Bendera Raksasa gunung panderman