Budidaya Ikan di Giripurno, Kota Batu Bakal Manfaatkan PLTS

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:00 WIB
RAMAH LINGKUNGAN: Kolam ikan di area TPS3R Kedung Kamulyan direncanakan bakal menggunakan panel surya untuk operasional aerator. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
RAMAH LINGKUNGAN: Kolam ikan di area TPS3R Kedung Kamulyan direncanakan bakal menggunakan panel surya untuk operasional aerator. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

BUMIAJI, RADAR BATU - Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) Kedung Kamulyan, Dusun Kedung, Desa Giripurno, mulai diarahkan untuk mendukung budidaya pangan. Setelah digunakan untuk penerangan, energi surya itu bakal dimanfaatkan untuk mengoperasikan aerator kolam ikan.

Kepala Dusun Kedung Heri Uswanto mengatakan PLTS berkapasitas 1.000 watt saat ini baru digunakan untuk lima lampu penerangan di area TPS3R. Sementara kebutuhan listrik kantor masih mengandalkan jaringan PLN.  Ke depan, pemanfaatan PLTS bakal diperluas untuk budidaya perikanan.

Namun, realisasinya masih menunggu ketersediaan anggaran untuk membeli aerator. Alat tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan suplai oksigen di kolam. Untuk sementara, empat kolam bioflok di TPS3R diisi sekitar 1.400 ekor lele. Ikan yang masih berusia kurang dari satu bulan tersebut masih diberi pakan pelet.

Baca Juga: HUT Ke-81 RI Jadi Momentum Pemkot Batu Benahi Program MBG dan KDKMP - Radar Batu

“Untuk sementara, kolam kami isi lele dulu karena belum pakai aerator. Nanti kalau aeratornya sudah beroperasi menggunakan listrik dari PLTS, jenis ikannya bisa kita kembangkan ke ikan nila atau gurame,” kata Heri. Budidaya tersebut juga terintegrasi dengan pengolahan sampah organik.

Setelah ikan berukuran besar, pakan bakal dialihkan menggunakan maggot. Hewan itu sengaja dibudidayakan dari sampah organik TPS3R. “Kalau sudah besar nanti kami beri maggot hasil pengolahan sampah organik kami,” ucapnya.

Baca Juga: 35 Rumah Ibadah Masih Tunggu Kepastian Dana Hibah - Radar Batu

Maggot juga dimanfaatkan sebagai pakan ayam petelur yang dikembangkan di lokasi tersebut. Hasilnya, telur yang dihasilkan disebut memiliki cangkang lebih kuat. Heri berharap integrasi energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan budidaya pangan tersebut dapat menekan biaya operasional sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.

Hasil panen ikan, telur, dan sayuran nantinya dapat dipasarkan kepada warga dan kelompok PKK. Tujuannya untuk diolah menjadi produk UMKM, seperti abon ikan.

Editor : Fajar Andre Setiawan
PLTS Pembangkit Listrik Budidaya Ikan Energi Terbarukan TPS3R