BATU, RADAR BATU - Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kota Batu semester I tahun ini baru mencapai Rp 6,6 miliar atau sekitar 12 persen dari target Rp 53,6 miliar. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu mengintensifkan layanan pembayaran keliling ke desa dan kelurahan. Sekali keliling Bapenda bisa menghimpun Rp 20 juta PBB-B2.
Kepala Bapenda Kota Batu Mohammad Nur Adhim mengatakan layanan jemput bola dilakukan bersama Bank Jatim setiap hari. Lokasi yang disasar bergantian. Langkah itu dinilai memudahkan masyarakat membayar pajak tanpa harus datang ke kantor. “Rata-rata sekali turun dapat Rp 20 juta. Namun, angkanya fluktuatif,” bebernya.
Baca Juga: Cuma Rp4 Ribu Per Biji, Depot Kurnia Jadi Surganya Pempek Palembang di Kota Batu! - Radar Batu
Sebelum pelaksanaan, Bapenda berkoordinasi dengan pemerintah desa atau kelurahan untuk menentukan jadwal. Sosialisasi juga dilakukan melalui penyebaran flyer dan pengumuman menggunakan pengeras suara saat petugas tiba di lokasi. Adhim optimistis penerimaan PBB-P2 meningkat pada semester II.
Sebab, jatuh tempo pembayaran pada 31 Agustus nanti. Sebagian wajib pajak cenderung melunasi kewajibannya mendekati batas akhir pembayaran. Selain mengejar penerimaan, layanan keliling dimanfaatkan untuk memberikan konsultasi dan verifikasi data objek pajak. Kehadiran petugas di tingkat desa juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban PBB-P2.
Editor : Fajar Andre Setiawan