BATU, RADAR BATU - Perbaikan lima Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Batu tahun ini masih menunggu pencairan dana dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur. Total bantuan yang diusulkan Rp 125 juta untuk lima rumah atau Rp 25 juta per penerima.
Ketua Baznas Kota Batu Abu Sufyan mengatakan usulan anggaran telah diajukan ke Baznas Jatim. Namun hingga kini bantuan belum turun. Otomatis pelaksanaan bedah rumah belum dimulai. “Tahun ini kami sudah mengajukan anggaran ke Baznas Jatim karena programnya dikerjakan bersama. Namun, anggarannya masih belum turun,” ujarnya Kamis lalu (6/8).
Dari total anggaran yang diusulkan, sebesar Rp 100 juta diharapkan berasal dari Baznas Jatim. Sedangkan Rp 25 juta menjadi pendamping dari Baznas Kota Batu. Dengan skema tersebut, masing-masing penerima memperoleh bantuan Rp 25 juta. Terdiri atas Rp 20 juta dari Baznas Jatim dan Rp 5 juta dari Baznas Kota Batu.
Baca Juga: Potensi Karhutla Arjuno-Welirang Diwaspadai, BPBD Petakan Titik-Titik Rawan - Radar Batu
Dana itu digunakan untuk memperbaiki kondisi rumah. Tujuannya agar memenuhi standar hunian layak. Setelah proses renovasi selesai, tim Baznas akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukan.
Program ini menyasar warga prasejahtera yang menempati rumah dengan kondisi tidak layak. Umumnya bangunan masih semi permanen, berdinding bambu atau tripleks, beratap rapuh, berlantai tanah, serta memiliki sanitasi, ventilasi, dan pencahayaan kurang memadai.
Sufyan menjelaskan, mekanisme pengusulan dilakukan melalui pemerintah desa atau kelurahan. Warga yang memenuhi kriteria mengajukan permohonan, kemudian diverifikasi sebelum diusulkan secara kolektif ke Baznas.
Baca Juga: Nostalgia Rumah Jawa Tempo Dulu di Omah Koempoel, Ada Kopi Robusta hingga Tirto Umbul - Radar Batu
Selain berasal dari keluarga berpenghasilan rendah, calon penerima juga harus menempati rumah milik sendiri dan kondisi bangunannya benar-benar membutuhkan perbaikan. Persyaratan tersebut diterapkan agar bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Program bedah rumah menjadi salah satu upaya mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Batu. Selain melalui APBD, intervensi dari Baznas diharapkan mampu memperluas jangkauan bantuan bagi warga yang belum tersentuh program pemerintah.
Editor : Fajar Andre Setiawan